BBM Langka di Melawi Tembus Rp30 Ribu Per Liter, Pertamina Didesak Transparan
- account_circle Tim
- calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
- print Cetak

Kelangkaan BBM melanda Kabupaten Melawi hingga harga eceran tembus Rp30 ribu. KADIN Melawi pertanyakan distribusi Pertamina yang menyebabkan antrean panjang. (Foto: PetronelaNas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Kabar buruk melanda warga Kabupaten Melawi menjelang perayaan hari besar keagamaan. Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan menghilang secara serentak dari SPBU, yang memicu lonjakan harga di tingkat eceran hingga mencapai angka fantastis, yakni Rp30.000 per liter.
Kelangkaan ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat yang sedang bersiap menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek. Salah seorang warga Melawi, Ali Anshori, mengungkapkan pengalamannya melalui media sosial terkait sulitnya mendapatkan bensin dengan takaran yang wajar.
“Malamnya kawan bertanya, ‘Minyak sudah Rp 20 ribu, kok tak ada beritanya?’ Habis Isya, kabarnya lebih bikin geleng kepala: di Nanga Pinoh tembus Rp 30 ribu. Lah… berarti yang saya beli Rp 20 ribu tadi masih kategori diskon penderitaan?” tulis Ali pada Kamis (12/2/2026).
Kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang mengular di depan SPBU setiap malam, bahkan saat pintu SPBU sudah ditutup rapat. Netizen dengan akun Muro mor turut menyoroti lemahnya pengawasan di SPBU Melawi yang diduga membiarkan pengisian menggunakan jeriken secara bebas.
“Rata-rata SPBU Melawi bisa antre pakai ken (jeriken) setiap orangnya. Coba lihat, paling lama jam 11 siang sudah ludes minyak di SPBU-nya,” komentarnya di media sosial.
Menanggapi krisis energi ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Melawi, Indra Fahrudi, mendesak pihak Pertamina untuk memberikan penjelasan transparan. Menurutnya, situasi ini sangat kontradiktif karena stok terpantau masih tersedia sehari sebelum kelangkaan serentak terjadi.
“Tentunya ini semakin memberatkan warga yang sangat membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas harian. Bahkan ini masih sulit didapat,” tegas Indra pada Jumat (13/2/2026).
Indra Fahrudi mempertanyakan efektivitas distribusi BBM yang dilakukan Pertamina ke wilayah Melawi. Ia menilai perlu ada langkah konkret agar masyarakat tidak terus-menerus terjebak dalam krisis energi setiap kali menjelang hari besar.
“Mengapa kelangkaan ini bisa terjadi secara serentak di seluruh SPBU, padahal hari sebelumnya stok masih ada?” pungkas Indra.
Kelangkaan ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menambah beban psikologis warga yang berharap dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa bayang-bayang kesulitan energi.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar