Ledakan Musik Global 2026: Comeback Superstar, Album Baru Legendaris, hingga Era Konser Raksasa
- account_circle Pontianak Metro
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Tahun 2026 diprediksi menjadi era ledakan industri musik global. Foto: Tangkapan layar YouTube Jroh
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.com – Industri musik global tengah bersiap menyambut tahun 2026 yang diprediksi menjadi salah satu periode paling eksplosif dalam satu dekade terakhir. Setelah melewati 2025 sebagai tahun transisi—minim rilisan musisi A-list namun sarat eksperimen kreatif—tahun depan menjanjikan kombinasi besar: album baru superstar dunia, kembalinya legenda, hingga tur konser berskala masif.
Sepanjang 2025, tangga lagu global terlihat relatif stagnan dan didominasi oleh hit yang bertahan lama. Namun di balik permukaan, terjadi lonjakan eksplorasi musik eksperimental, pop avant-garde, serta pendekatan non-konvensional. Tren tersebut diperkirakan tidak hanya berlanjut, tetapi semakin ekstrem pada 2026, mendorong lanskap musik ke arah yang lebih berani.
Meski Glastonbury Festival memasuki masa jeda atau fallow year pada 2026, kalender festival musim panas tetap padat. Reading & Leeds Festival telah mengumumkan deretan nama besar seperti Fontaines DC, Florence + The Machine, Dave, Charli XCX, hingga Raye. Sementara itu, BST Hyde Park London mencuri perhatian dengan kombinasi unik Pitbull dan Kesha sebagai penampil utama, yang diprediksi menjadi salah satu pesta musik terbesar tahun depan.
Spekulasi juga mengelilingi Oasis. Setelah menutup tur reuni akbar di Meksiko, band legendaris Britpop itu meninggalkan pesan samar soal masa rehat. Rumor kembalinya Oasis ke Knebworth Castle, lokasi konser ikonik 1996, terus menguat, meski faktor kesehatan personel dan keinginan untuk beristirahat membuat rencana tersebut masih diliputi tanda tanya.
Tahun 2026 juga diprediksi menjadi titik balik musik berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform streaming memperkirakan hampir sepertiga lagu baru kini melibatkan teknologi AI, dan bukan tak mungkin salah satunya menjelma menjadi hit global. Namun, di saat yang sama, gelombang perlawanan muncul.
Banyak musisi papan atas kembali menekankan instrumen live dan suara organik, sebagai reaksi terhadap musik yang dinilai terlalu mekanis. Bahkan, label “musik asli oleh musisi sungguhan” mulai digadang-gadang sebagai tren baru di industri.
Sorotan besar tertuju pada Beyoncé, yang diyakini akan merilis album terbaru sebagai penutup trilogi musiknya. Setelah menjelajahi dance dan country, banyak penggemar meyakini rock and roll akan menjadi babak berikutnya.
Tak kalah menarik, Harry Styles dikabarkan telah menyelesaikan album keempatnya dengan metode ekstrem, termasuk menulis lagu menggunakan mesin tik. Sementara itu, Gorillaz merayakan 25 tahun perjalanan mereka lewat album baru berjudul The Mountain.
Deretan nama besar lain yang diprediksi merilis album pada 2026 antara lain Lana Del Rey, Madonna, Raye, Robyn, Carly Rae Jepsen, Bob Dylan, U2, The Rolling Stones, Stormzy, Sam Fender, hingga Noah Kahan.
Dari Asia, BTS dipastikan kembali dengan album dan tur dunia setelah vakum akibat wajib militer. Loyalitas ARMY diyakini membuat comeback mereka langsung memecahkan rekor global. Blackpink juga bersiap merilis album baru usai tur dunia sukses pada 2025. Sementara itu, Katseye, girl group multinasional dengan sistem K-pop, digadang-gadang menjadi sensasi pop global berikutnya lewat lagu viral Internet Girl.
Di sisi live music, harga tiket konser terus meroket, namun minat penonton tak menunjukkan tanda penurunan. Kabar baiknya, regulasi baru pembatasan praktik calo tiket dijadwalkan mulai berlaku pada 2026. Sejumlah tur besar telah dikonfirmasi, termasuk Take That, Ariana Grande, My Chemical Romance, Bon Jovi, The Weeknd, Bad Bunny, hingga potensi kembalinya Shakira ke panggung Eropa.
Dari stadion megah hingga arena indoor, 2026 diprediksi menjadi tahun emas konser musik global. Satu hal yang pasti, bagi para pencinta musik, tahun depan akan dipenuhi euforia—meski harus bersiap menghadapi dompet yang makin menipis. (*/)
- Penulis: Pontianak Metro

Saat ini belum ada komentar