Kultum di Masjid Raya Singkawang, Wawako Muhammadin Ajak Jamaah Jaga Lisan dan Bijak Bermedsos
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin sampaikan kultum Tarawih di Masjid Raya Singkawang pada 19 Februari 2026. Ajak warga tingkatkan sedekah dan jaga etika medsos. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyampaikan kultum singkat sebelum pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah di Masjid Raya Singkawang pada Kamis (19/2/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan nikmat hidayah yang memungkinkan mereka kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan.
Muhammadin menyebut bahwa kehadiran Ramadan merupakan wujud nyata kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Ia menekankan agar momentum istimewa ini digunakan sebaik-baiknya sebagai sarana memperbaiki diri dan meraih ampunan demi perubahan karakter yang lebih positif.
“Ramadan yang senantiasa hadir setiap tahun adalah bentuk kasih sayang Allah dan nikmat yang luar biasa bagi kita. Jangan sampai bulan suci ini berlalu tanpa membawa perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar Muhammadin pada Kamis (19/2/2026) malam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi Ramadan tidak hanya terbatas pada peningkatan hubungan vertikal kepada Sang Pencipta. Muhammadin mendorong warga Singkawang untuk memperkuat kepedulian sosial melalui aksi nyata seperti penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada mereka yang memerlukan.
“Di bulan yang penuh ampunan ini, mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama. Perbanyak zakat dan sedekah sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Selain aspek sosial, Muhammadin juga menyoroti pentingnya pengendalian diri yang menjadi inti dari ibadah puasa. Menurutnya, menahan lapar dan dahaga hendaknya diiringi dengan kemampuan menjaga lisan serta perilaku agar tidak menyakiti perasaan orang lain dalam pergaulan sehari-hari.
Pesan ini juga ditekankannya dalam konteks interaksi di dunia maya. Ia mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana yang sejuk dan harmonis, tidak hanya di kehidupan nyata tetapi juga saat beraktivitas di ruang digital melalui media sosial.
“Mari jadikan Ramadan sebagai momentum melatih diri untuk menjaga lisan dan perbuatan. Pelihara hubungan baik dengan sesama, hadirkan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat, dan bijaklah dalam bermedia sosial,” pesan Muhammadin.
Kultum tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh umat Muslim di Kota Singkawang dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan. Muhammadin berharap nilai-nilai pengendalian diri yang dilatih selama Ramadan dapat terus membekas dan menjadi identitas masyarakat dalam mewujudkan Singkawang yang harmonis.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar