Ayah dan Anak Keliling Dunia Naik Sepeda, Temukan Kebaikan Manusia di Setiap Negara
- account_circle Pontianak Metro
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

George dan Josh Kohler bersepeda keliling dunia lintasi puluhan negara demi rekor dunia dan misi kemanusiaan. Foto: Tangkapan layar YouTube Josh Kohler
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.com – Petualangan bersepeda keliling dunia yang dijalani George Kohler dan putranya, Josh Kohler, menjelma menjadi kisah inspiratif tentang kemanusiaan tanpa batas. Bagi pasangan ayah-anak asal Inggris ini, perjalanan panjang lintas benua bukan sekadar soal memecahkan rekor dunia, tetapi tentang menemukan kebaikan manusia di setiap sudut bumi.
Berangkat dari rumah mereka di dekat Great Yarmouth, Norfolk, pada Maret lalu, George (56) dan Josh (22) telah menempuh ribuan kilometer melintasi Eropa, Asia Tengah, China, Asia Tenggara, hingga Indonesia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia.
Target mereka adalah kembali ke Inggris pada Mei mendatang, sambil mencatatkan tiga rekor dunia sekaligus—ayah dan anak yang bersepeda paling jauh, paling cepat, dan melintasi negara terbanyak.
Di balik ambisi tersebut, terselip misi kemanusiaan. George dan Josh menggalang dana ribuan pound untuk Unicef, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak di berbagai belahan dunia. “Pengalaman ini benar-benar di luar dugaan. Semua orang yang kami temui begitu baik, seolah kebaikan menjadi bahasa universal,” ujar Josh.
Sepanjang perjalanan, bantuan datang dari orang-orang yang sama sekali tak mereka kenal. Mulai dari tempat menginap gratis, makanan hangat, hingga sebotol air di tengah rute panjang yang sepi. Salah satu momen paling membekas terjadi di pedalaman Turki, ketika seorang gembala mengundang mereka sarapan sederhana dengan telur dan keju di tengah alam terbuka.
Meski sempat tertinggal dari target rekor tercepat, George dan Josh mengubah strategi dengan menambah rute perjalanan demi memecahkan rekor jumlah negara terbanyak yang dilalui dengan sepeda.
Saat diwawancarai, keduanya tengah beristirahat di sebuah rumah terpencil di Dataran Nullarbor, Australia, gurun sepanjang sekitar 1.200 kilometer yang mereka sebut sebagai tantangan terberat selama perjalanan. “Gurun ini indah, tapi juga sangat menguras mental. Jalan lurus tanpa akhir, angin kencang, dan panas ekstrem benar-benar menguji ketahanan kami,” kata George.
Tak hanya tantangan alam, kendala teknis pun kerap muncul. Gir sepeda rusak di Indonesia, sementara insiden jatuh dialami di Uzbekistan. Namun bagi mereka, titik terendah justru menjadi pelajaran berharga. “Saat berhasil melewati masalah, rasanya seperti kemenangan kecil yang sangat berarti,” ujar George.
Di sela-sela tantangan, mereka juga menikmati pemandangan luar biasa, mulai dari balon udara di Cappadocia, terasering padi raksasa di China, kunjungan ke suaka panda, hingga menyusuri Tembok Besar China. Bahkan, mereka merencanakan kejutan dengan mengajak ibu Josh bergabung di Bali untuk merayakan ulang tahun pernikahan ke-30 orang tuanya.
Natal tahun ini pun terasa istimewa. Keluarga Kohler berharap bisa merayakannya di area perkemahan dekat pantai Australia, sebuah momen yang mereka yakini akan dikenang seumur hidup.
Di balik layar perjalanan epik ini, Jane Kohler, istri George, memegang peran penting. Ia mengatur logistik sekaligus menjadi sandaran emosional saat kelelahan melanda. “Saya sering menerima pesan saat mereka hampir menyerah. Tugas saya hanya satu, memastikan mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Jane.
Bagi George, rekor dunia hanyalah bonus. “Yang terpenting adalah menyadari betapa baiknya orang-orang di dunia ini dan menginspirasi orang lain untuk berani bermimpi besar,” katanya.
Kisah George dan Josh Kohler kini menjadi inspirasi global, membuktikan bahwa petualangan, kemanusiaan, dan ikatan keluarga dapat berpadu dalam satu perjalanan luar biasa—mengayuh sepeda, menembus batas, dan menyatukan dunia melalui kebaikan. (*/)
- Penulis: Pontianak Metro

Saat ini belum ada komentar