Lawan Kaku dan Kalah Algoritma, Pemkot Singkawang Gandeng Konten Kreator Jadi “Jembatan” Informasi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- print Cetak

Lawan Kaku dan Kalah Algoritma, Pemkot Singkawang Gandeng Konten Kreator Jadi "Jembatan" Informasi. (Foto: Diskominfo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontinakMetro.Com – Pemerintah Kota Singkawang menyadari bahwa informasi resmi yang kaku kini mulai ditinggalkan oleh generasi digital. Menghadapi tantangan algoritma media sosial yang dinamis, Diskominfo Kota Singkawang resmi merangkul para konten kreator dan influencer lokal sebagai mitra strategis dalam menyampaikan program pemerintah, Rabu (14/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di TCM Room Kantor Wali Kota Singkawang ini menjadi babak baru dalam pola komunikasi publik di Kota Tertoleransi tersebut.
Sekretaris Dinas Kominfo Singkawang, Lulu Nonaria, menegaskan bahwa di tahun 2026 ini, kredibilitas informasi tidak lagi diukur hanya dari stempel resmi pemerintah. Kecepatan, kesederhanaan, dan relevansi terhadap keseharian masyarakat menjadi kunci agar pesan sampai ke telinga warga.
“Di era digital, cara masyarakat mempercayai informasi telah berubah. Informasi tidak lagi cukup hanya benar dan resmi, tetapi juga harus cepat, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami sadar kanal pemerintah punya keterbatasan menjangkau masyarakat secara luas,” ujar Lulu.
Pemerintah Kota Singkawang menegaskan tidak ingin mengintervensi kreativitas para kreator. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Fredrik MHS, menyatakan bahwa pemerintah menempatkan para influencer sebagai mitra yang independen.
“Kami tidak memandang mereka sebagai alat promosi, melainkan mitra komunikasi yang setara. Kami mendorong informasi disampaikan dengan gaya masing-masing yang lebih kreatif, humanis, dan membumi,” tegas Fredrik.
Fredrik juga memberikan catatan penting bahwa kolaborasi ini bukan semata-mata mengejar angka penayangan atau views. Fokus utama Pemkot Singkawang adalah membangun kembali kepercayaan publik lewat figur-figur yang memang didengar oleh masyarakat lokal.
“Kami tidak mencari siapa yang paling viral, tetapi siapa yang paling dipercaya. Yang kita bangun bukan hanya jangkauan (reach), tetapi kepercayaan publik (public trust),” pungkasnya.
Pemkot Singkawang berkomitmen untuk memberikan akses informasi yang valid dan ruang kolaborasi berkelanjutan bagi para kreator. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir penyebaran hoaks sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Diskominfo

Saat ini belum ada komentar