Kisah Sukses Anak Desa Nanga Layung, Wagub Krisantus Motivasi Santri Miftahul Khairat Kubu Raya
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- print Cetak

Kisah Sukses Anak Desa Nanga Layung, Wagub Krisantus Motivasi Santri Miftahul Khairat Kubu Raya. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan wejangan mendalam bagi para wali santri dan wisudawan saat menghadiri prosesi wisuda di Pondok Pesantren Miftahul Khairat, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (18/1/2026).
Dalam kunjungannya tersebut, Wagub tidak hanya menyaksikan kelulusan para santri, tetapi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan lokal baru Pondok Pesantren Miftahul Khairat 2 sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perluasan akses pendidikan agama.
Dalam sambutan yang akrab namun sarat makna, Krisantus menegaskan bahwa investasi terbaik orang tua bukanlah harta benda, melainkan ilmu pengetahuan. Ia mengibaratkan betapa rapuhnya harta jika tidak dikelola dengan kebijaksanaan hasil pendidikan.
“Pendidikan adalah modal hidup yang tidak akan lekang dan habis ditelan masa. Sepanjang hayat manusia, pendidikan menjadi modal dasar utama,” tegas Krisantus di hadapan para tokoh agama dan wali santri.
Ia menambahkan analogi tajam mengenai pengelolaan materi. “Uang satu miliar bisa habis hanya dalam dua hari jika tidak disertai pendidikan dan kemampuan mengelola kehidupan,” ujarnya, menekankan pentingnya bekal mental dan intelektual bagi generasi muda.
Guna memompa semangat para santri, Krisantus membagikan penggalan kisah hidupnya. Ia menceritakan latar belakangnya yang berasal dari pelosok, yakni Desa Nanga Layung, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.
Ia menekankan bahwa asal-usul bukanlah penghambat kesuksesan. “Latar belakang desa yang bahkan sulit ditemukan di peta digital bukanlah penghalang untuk sukses dan berkontribusi bagi daerah, selama memiliki tekad kuat dan menjadikan pendidikan sebagai jalan hidup,” tuturnya memotivasi.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khairat, Kyai H. Sarmawi Abdul Aziz, menyambut hangat kehadiran Wagub bersama jajaran ulama lainnya seperti Kyai Romli Maksudi dan Kyai Thayyib Mubarak. Menurutnya, ini adalah kali pertama pesantren mereka dikunjungi langsung oleh pejabat tingkat provinsi.
“Kami berharap kehadiran Wakil Gubernur menjadi bukti nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap pendidikan berbasis keagamaan,” harap Kyai H. Sarmawi.
Saat ini, pihak pesantren tengah berupaya merampungkan pembangunan asrama dan masjid yang progresnya telah mencapai 60 persen. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diharapkan agar fasilitas tersebut dapat segera menunjang aktivitas belajar mengajar para santri secara maksimal.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pesan kuat kepada orang tua untuk terus memperjuangkan pendidikan anak-anak mereka hingga jenjang tertinggi, sebagai satu-satunya jalan menyiapkan rencana masa depan yang lebih baik.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar