Amru Chanwari Ajukan Proposal Sekolah Rakyat Kayong Utara ke Provinsi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Amru Chanwari serahkan proposal Sekolah Rakyat Kayong Utara. Fokus pemberdayaan warga miskin melalui pendidikan informal. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kabupaten Kayong Utara serius memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan informal. Langkah nyata ini ditunjukkan dengan komitmen penuh mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai wadah pemberdayaan masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, didampingi Kepala Dinas SP3APMD, Andri Candra, melakukan koordinasi langsung ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat pada Senin (19/01/2026).
Kehadiran Amru bertujuan menyerahkan proposal usulan pembangunan Sekolah Rakyat yang telah melalui serangkaian perbaikan teknis.
Konsep Sekolah Rakyat ini dirancang agar partisipatif, inklusif, serta tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kayong Utara.
“Kami menyerahkan proposal usulan yang sudah diperbaiki berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya dengan Dinas Sosial Provinsi,” ujar Amru Chanwari di Pontianak.
Amru memastikan bahwa seluruh persyaratan yang diminta oleh Kementerian Sosial RI, melalui Pemerintah Provinsi, telah terpenuhi secara administratif.
Dukungan tersebut mencakup kesiapan lahan yang sudah berstatus clean and clear serta ketersediaan sarana prasarana penunjang lainnya di daerah.
Menurut rencana, pembangunan fisik Sekolah Rakyat ini akan direalisasikan pada tahap ke-3, yakni pada rentang tahun 2026-2027.
Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mendukung Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Selain soal sekolah, Kepala Dinas SP3APMD, Andri Candra, juga berkoordinasi mengenai penanganan orang terlantar (OT) serta bantuan logistik bencana.
Andri menyampaikan apresiasi atas bantuan stok logistik (Baperstock) yang selama ini rutin disalurkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kementerian Sosial ke daerah.
“Kami berharap di tahun 2026 ini jumlah bantuan yang diterima tetap maksimal untuk mendukung penanganan kesejahteraan sosial di Kayong Utara,” ungkap Andri.
Sinergi antara Pemkab Kayong Utara dan Pemprov Kalbar ini menjadi kunci utama agar program pemberdayaan berbasis pendidikan informal ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar