Rabu, 4 Mar 2026
Trending Tags
Beranda » News » Solusi Kebutaan di Kalbar, Norsan Apresiasi Kehadiran Rumah Sakit Mata yang Layani BPJS di Pontianak

Solusi Kebutaan di Kalbar, Norsan Apresiasi Kehadiran Rumah Sakit Mata yang Layani BPJS di Pontianak

  • account_circle Tim
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat melangkah maju dengan peresmian operasional Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center (PEC). Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi menandai grand opening fasilitas ini melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita bersama Direktur RS PEC pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Direktur Utama PEC, dr. Muhammad Iqbal. Ia berharap kehadiran rumah sakit ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, khususnya ke Kuching, Malaysia.

“Kita membuka pilihan bagi masyarakat. Kalau yang mampu ke Kuching silakan, tetapi jika di sini sudah tersedia fasilitas canggih dengan peralatan mutakhir, mengapa tidak di sini saja,” ujar Ria Norsan.

Gubernur juga menyoroti efisiensi pelayanan medis dan menekankan pentingnya keterjangkauan. Ia secara khusus mengapresiasi kesiapan PEC dalam melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan, yang diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso.

Sebagai bentuk dukungan, Ria Norsan menyebut RSUD dr. Soedarso telah menambah 123 kamar baru tahun ini. Namun, ia mengingatkan tantangan besar lain, yaitu minimnya tenaga medis spesialis. Kalimantan Barat baru memiliki 27 dokter spesialis mata, jauh dari ideal 57-60 dokter untuk populasi 6,7 juta jiwa.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap PEC terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kalbar yang lebih sehat.

Di sisi lain, Direktur PEC, dr. M. Iqbal, mengungkapkan rasa syukurnya. Peningkatan status dari klinik menjadi rumah sakit adalah langkah konkret menekan angka kebutaan di Kalimantan Barat yang masih tinggi.

Menurutnya, angka kebutaan di Indonesia mencapai sekitar 760.000 jiwa, dengan katarak sebagai penyebab utama. Hingga Desember 2025, PEC telah melakukan sekitar 30.000 operasi katarak, meskipun terkendala jarak tempuh pasien dan pembatasan tindakan oleh BPJS Kesehatan.

PEC juga memperkenalkan layanan unggulan baru, seperti Dry Eye Clinic untuk keluhan mata kering, dan Ortho-K sebagai solusi rabun jauh pada anak di bawah 17 tahun tanpa kacamata atau LASIK.

Inovasi ambisius lainnya adalah rencana peluncuran Bank Mata. Ini diharapkan memfasilitasi donor kornea di Kalimantan Barat melalui pendaftaran digital, sehingga kasus kebutaan akibat kekeruhan kornea dapat ditangani secara mandiri di daerah.

“Ini adalah mimpi kami bersama untuk bisa menangani pasien yang lebih banyak dan lebih kompleks. Selama ini kasus kornea masih sangat terbatas penanganannya, namun ke depan kami ingin menjemput bola agar tindakan keratoplasti dapat dilakukan di Kalimantan Barat,” pungkas dr. Iqbal, optimistis.

  • Penulis: Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bering Roda Pecah Picu Kebakaran Mobil di Jalan Santo Entikong, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

    Bering Roda Pecah Picu Kebakaran Mobil di Jalan Santo Entikong, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Peristiwa kebakaran satu unit mobil jenis Mitsubishi Kuda dengan nomor polisi KB 1029 QG menghebohkan warga di Jalan Santo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (20/2/2026) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut menghanguskan sebagian besar badan kendaraan milik warga setempat. Mobil tersebut diketahui milik Jhonisak Sepri Monang Sinaga (28), warga […]

  • Wali Kota Edi Kamtono: 43 Ribu Mahasiswa Pontianak Adalah Kunci Indonesia Emas 2045

    Wali Kota Edi Kamtono: 43 Ribu Mahasiswa Pontianak Adalah Kunci Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyongsong bonus demografi. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Pontianak (HIMAPON) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (17/1/2026). Edi menyebutkan bahwa Kota Pontianak saat ini memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia, […]

  • Tenun Kebat Dayak Iban Kapuas Hulu Sah Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

    Tenun Kebat Dayak Iban Kapuas Hulu Sah Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Kekayaan intelektual dan tradisi masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Tenun Kebat Dayak Iban secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sertifikat penghargaan atas penetapan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-69 […]

  • Harga Gabah Rp6.500, Bupati Satono Ingatkan Petani Jangan Mau Jual Murah ke Tengkulak

    Harga Gabah Rp6.500, Bupati Satono Ingatkan Petani Jangan Mau Jual Murah ke Tengkulak

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Di tengah euforia Panen Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Bupati Sambas, Satono, mengeluarkan instruksi keras demi melindungi kesejahteraan para petani. Ia menegaskan agar para petani di Kabupaten Sambas tidak melepaskan hasil panen mereka di bawah harga standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Satono saat menghadiri agenda Swasembada […]

  • Bupati Alexander Wilyo Terbitkan SE Ramadan 2026 Ketapang, Atur Jam Operasional Kafe dan Larang Petasan

    Bupati Alexander Wilyo Terbitkan SE Ramadan 2026 Ketapang, Atur Jam Operasional Kafe dan Larang Petasan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Imbauan Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M. Kebijakan ini ditandatangani langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, pada Senin (16/2/2026) di Ketapang. Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh unsur pemerintahan, instansi vertikal, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. Langkah ini diambil […]

  • Rahasia Memilih Ikan Segar ala KKP dan Cara Mengolahnya Agar Aman bagi Keluarga

    Rahasia Memilih Ikan Segar ala KKP dan Cara Mengolahnya Agar Aman bagi Keluarga

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Momen perayaan Tahun Baru 2026 biasanya identik dengan acara bakar ikan bersama keluarga. Untuk memastikan hidangan tetap sehat dan bergizi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan tips jitu memilih serta mengolah ikan yang wajib diketahui oleh para ibu rumah tangga. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), […]

expand_less