Minggu, 3 Mei 2026
Trending Tags
Beranda » News » Solusi Kebutaan di Kalbar, Norsan Apresiasi Kehadiran Rumah Sakit Mata yang Layani BPJS di Pontianak

Solusi Kebutaan di Kalbar, Norsan Apresiasi Kehadiran Rumah Sakit Mata yang Layani BPJS di Pontianak

  • account_circle Tim
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Barat melangkah maju dengan peresmian operasional Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center (PEC). Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi menandai grand opening fasilitas ini melalui penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita bersama Direktur RS PEC pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Direktur Utama PEC, dr. Muhammad Iqbal. Ia berharap kehadiran rumah sakit ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, khususnya ke Kuching, Malaysia.

“Kita membuka pilihan bagi masyarakat. Kalau yang mampu ke Kuching silakan, tetapi jika di sini sudah tersedia fasilitas canggih dengan peralatan mutakhir, mengapa tidak di sini saja,” ujar Ria Norsan.

Gubernur juga menyoroti efisiensi pelayanan medis dan menekankan pentingnya keterjangkauan. Ia secara khusus mengapresiasi kesiapan PEC dalam melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan, yang diharapkan mampu mengurangi penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso.

Sebagai bentuk dukungan, Ria Norsan menyebut RSUD dr. Soedarso telah menambah 123 kamar baru tahun ini. Namun, ia mengingatkan tantangan besar lain, yaitu minimnya tenaga medis spesialis. Kalimantan Barat baru memiliki 27 dokter spesialis mata, jauh dari ideal 57-60 dokter untuk populasi 6,7 juta jiwa.

Menutup sambutannya, Gubernur berharap PEC terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kalbar yang lebih sehat.

Di sisi lain, Direktur PEC, dr. M. Iqbal, mengungkapkan rasa syukurnya. Peningkatan status dari klinik menjadi rumah sakit adalah langkah konkret menekan angka kebutaan di Kalimantan Barat yang masih tinggi.

Menurutnya, angka kebutaan di Indonesia mencapai sekitar 760.000 jiwa, dengan katarak sebagai penyebab utama. Hingga Desember 2025, PEC telah melakukan sekitar 30.000 operasi katarak, meskipun terkendala jarak tempuh pasien dan pembatasan tindakan oleh BPJS Kesehatan.

PEC juga memperkenalkan layanan unggulan baru, seperti Dry Eye Clinic untuk keluhan mata kering, dan Ortho-K sebagai solusi rabun jauh pada anak di bawah 17 tahun tanpa kacamata atau LASIK.

Inovasi ambisius lainnya adalah rencana peluncuran Bank Mata. Ini diharapkan memfasilitasi donor kornea di Kalimantan Barat melalui pendaftaran digital, sehingga kasus kebutaan akibat kekeruhan kornea dapat ditangani secara mandiri di daerah.

“Ini adalah mimpi kami bersama untuk bisa menangani pasien yang lebih banyak dan lebih kompleks. Selama ini kasus kornea masih sangat terbatas penanganannya, namun ke depan kami ingin menjemput bola agar tindakan keratoplasti dapat dilakukan di Kalimantan Barat,” pungkas dr. Iqbal, optimistis.

  • Penulis: Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Parlemen: DPRD Kota Pontianak Bedah Fungsi Legislatif Bareng Mahasiswa FISIP Untan

    Sekolah Parlemen: DPRD Kota Pontianak Bedah Fungsi Legislatif Bareng Mahasiswa FISIP Untan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak kembali membuka pintu bagi kalangan akademisi melalui program Sekolah Parlemen (Sepale). Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) hadir untuk mengenal lebih dalam sistem kerja parlemen pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua […]

  • 2 Pekan Terlantar, Siswa MIM Labschool Sintang Terpaksa Setoran Hafalan Al-Qur’an di Teras Kampus

    2 Pekan Terlantar, Siswa MIM Labschool Sintang Terpaksa Setoran Hafalan Al-Qur’an di Teras Kampus

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Dunia pendidikan di Kabupaten Sintang sedang berduka. Sudah dua pekan lamanya, pintu-pintu kelas di Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif (MIM) Labschool Sintang terkunci rapat akibat sengketa tata kelola yang kian memanas. Tindakan penguncian ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga ruang kelas ini dinilai telah melampaui batas administrasi dan mulai “mengamputasi” hak asasi anak untuk mendapatkan […]

  • Nahkodai IPSI Ketapang, Luhur Paraitodi Siap Cetak Atlet Berprestasi

    Nahkodai IPSI Ketapang, Luhur Paraitodi Siap Cetak Atlet Berprestasi

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IPSI Kalimantan Barat, resmi melantik Kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ketapang Masa Bakti 2025–2029. Prosesi khidmat ini berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH, jajaran Forkopimda, serta […]

  • Resmikan Masjid Al Ma’un Tunas Melati, Edi Kamtono Tekankan Kolaborasi Pembinaan Akhlak Anak Panti

    Resmikan Masjid Al Ma’un Tunas Melati, Edi Kamtono Tekankan Kolaborasi Pembinaan Akhlak Anak Panti

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran ganda yang sangat vital, yakni sebagai tempat ritual keagamaan sekaligus pusat pembinaan sosial dan karakter. Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan Masjid Al Ma’un yang berlokasi di lingkungan Panti Asuhan Tunas Melati, Pontianak, pada Jumat (6/2/2026). Menurut Edi, keberadaan masjid di lingkungan […]

  • Segarkan Birokrasi Pontianak, Edi Kamtono Minta Kadis Baru Cepat Deteksi Masalah Lapangan secara Real-Time

    Segarkan Birokrasi Pontianak, Edi Kamtono Minta Kadis Baru Cepat Deteksi Masalah Lapangan secara Real-Time

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, resmi melantik empat kepala dinas dan seorang staf ahli di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak pada Selasa (10/2/2026). Para pejabat yang dilantik merupakan hasil proses seleksi terbuka (open bidding) yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Nama-nama pejabat yang mengisi kursi pimpinan tersebut adalah Elsa Risfadona (Staf Ahli […]

  • Hanya Satu Calon yang Lolos, Seleksi Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan Sambas Resmi Dihentikan

    Hanya Satu Calon yang Lolos, Seleksi Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan Sambas Resmi Dihentikan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Proses pemilihan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas menemui jalan buntu. Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi mengumumkan bahwa tahapan seleksi untuk kursi pimpinan perusahaan daerah tersebut tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Keputusan ini diambil setelah hasil rapat Pansel pada 8 Januari 2026 menunjukkan bahwa mayoritas pelamar […]

expand_less