APIMSA Kalbar, KDEKS, dan Pemprov Kalbar Perkuat Sinergi Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah
- account_circle Anisa
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

APIMSA Kalbar, KDEKS, dan Pemprov Kalbar Perkuat Sinergi Pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakmetro.com— Pengurus Wilayah Asosiasi Pengusaha Kecil Mikro dan Menengah Nusantara (PW APIMSA) Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalimantan Barat serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis pengembangan UMKM dan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalbar.
Audiensi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalimantan Barat tersebut berlangsung hangat dan penuh gagasan strategis. Pertemuan dipimpin langsung Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar, Prof. Dr. H. Eddy Suratman, bersama Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kalbar, Hary Rinaldy, M.Si, serta Kepala Sekretariat KDEKS Provinsi Kalbar, Nur Iskandar. Kegiatan ini juga dihadiri Asisten II Setda Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, M.Si, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi terhadap penguatan sektor ekonomi masyarakat berbasis kolaborasi.
Ketua PW APIMSA Kalbar, Dr. Ita Nurcholifah, menyampaikan bahwa sinergi antara APIMSA, KDEKS, dan Pemprov Kalbar menjadi langkah penting dalam membangun daya saing UMKM yang adaptif, inovatif, dan berbasis nilai-nilai ekonomi syariah. Menurutnya, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, pembahasan difokuskan pada pengembangan UMKM berbasis halal value chain, penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, serta implementasi smart farming sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian modern di Kalimantan Barat.
Pengembangan ekosistem ekonomi syariah dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi mulai dari peningkatan literasi, akses pembiayaan syariah, pendampingan usaha, sertifikasi halal, hingga perluasan pasar produk UMKM. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu menciptakan orkestrasi program yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian penting dalam diskusi. Konsep smart farming didorong sebagai strategi modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi, efisiensi produksi, penguatan pertanian organik, hingga pengendalian inflasi daerah berbasis ketahanan pangan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis pertanian dan digitalisasi.
Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar, Prof. Dr. H. Eddy Suratman, menyambut baik inisiatif kolaboratif yang dibangun bersama APIMSA Kalbar. Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan sinergi multipihak agar mampu menghadirkan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui audiensi tersebut, APIMSA Kalbar, KDEKS, dan Pemprov Kalbar berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama program strategis yang mendukung pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan inovasi pertanian berkelanjutan di Kalimantan Barat.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar