Selasa, 28 Jul 2026
Trending Tags
Beranda » News » Hadirkan Praktisi Industri Halal, Prodi Manajemen Bisnis Syariah Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Ekonomi Halal

Hadirkan Praktisi Industri Halal, Prodi Manajemen Bisnis Syariah Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Ekonomi Halal

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.com – Potensi Kalimantan Barat dalam mengembangkan industri halal terus mendapat perhatian berbagai pihak. Untuk membekali mahasiswa dengan wawasan sekaligus pengalaman praktis, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar Stadium General Industri Halal dengan menghadirkan narasumber dari pemerintah, lembaga halal, dunia industri, hingga sektor layanan publik.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Pontianak tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Pontianak, Samsuddin, S.E., M.M. Menurutnya, perkembangan industri halal membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, kosmetik, jasa, hingga usaha mikro dan kecil. Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Aiyub Anshori S.HI., M.H, mengatakan bahwa stadium general ini diselenggarakan sebagai upaya mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi yang selama ini terlibat langsung dalam pengembangan ekosistem halal.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa industri halal tidak hanya berbicara tentang label halal pada sebuah produk, tetapi mencakup proses bisnis, regulasi, inovasi, hingga kolaborasi antar-lembaga. Karena itu, kami menghadirkan narasumber dari berbagai bidang agar peserta memperoleh gambaran yang utuh,” ujarnya.

Narasumber pertama, Suherman, S.E., dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat, menjelaskan pentingnya pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Ia memaparkan berbagai kebijakan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sekaligus mendorong pelaku usaha agar memanfaatkan program pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.

 

Sementara itu, Dr. M. Agus Wibowo dari LPPOM MUI Kalimantan Barat mengajak peserta melihat industri halal dari perspektif yang lebih luas. Melalui materi bertajuk “Sinergi Industri, Regulasi, dan Syari’ah dalam Perkembangan Ekosistem Halal Indonesia”, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat halal dunia apabila pelaku usaha, regulator, dan otoritas syariah mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Ekosistem halal tidak akan tumbuh apabila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci agar produk halal Indonesia semakin dipercaya dan mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.

Perspektif dunia usaha disampaikan oleh Yunita, Demand Leader PT Paragon Technology and Innovation area pontianak. Sebagai perusahaan yang dikenal sebagai pemimpin industri kosmetik halal nasional melalui berbagai merek seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Labore, Paragon membagikan pengalaman mengenai strategi bisnis dan pengembangan pasar melalui materi “Welcome to Commercial.”

Dalam paparannya, Yunita menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen, membangun inovasi secara berkelanjutan, serta menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan industri. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja, mulai dari komunikasi, analisis pasar, hingga kemampuan berkolaborasi.

Melengkapi pembahasan dari sisi implementasi, Iskandar, S.E., dari Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi Kota Pontianak, memaparkan layanan pemotongan hewan sesuai standar halal dan kesehatan masyarakat veteriner. Ia menjelaskan bahwa rumah potong hewan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas serta kehalalan produk daging yang dikonsumsi masyarakat, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi.

Melalui kehadiran empat narasumber dengan latar belakang yang berbeda, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengembangan industri halal, mulai dari kebijakan pemerintah, proses sertifikasi, strategi bisnis perusahaan, hingga implementasi standar halal di lapangan.

Bagi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Muhammadiyah Pontianak, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara dunia akademik, pemerintah, dan industri. Diharapkan, lulusan yang dihasilkan mampu menjadi sumber daya manusia yang siap berkontribusi dalam pengembangan industri halal, khususnya di Kalimantan Barat yang memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga ekonomi halal di Indonesia.

  • Penulis: Anisa
  • Editor: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyalahgunaan kuota tambahan ibadah haji tahun 2024. Dalam perkara yang sama, KPK juga menetapkan staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz, sebagai tersangka. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pimpinan KPK […]

  • Sorotan KPK di Bukit Peniraman: Sekda Ismail Pimpin Rapat Penertiban dan Mitigasi Bencana MBLB

    Sorotan KPK di Bukit Peniraman: Sekda Ismail Pimpin Rapat Penertiban dan Mitigasi Bencana MBLB

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kabupaten Mempawah bergerak cepat menindaklanjuti perbaikan tata kelola Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), dengan fokus utama pada kawasan strategis Bukit Peniraman. Langkah ini merupakan wujud konsolidasi lintas perangkat daerah guna merespons atensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait inventarisasi dan penertiban usaha MBLB di daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, memimpin […]

  • PPN Rumah Ditanggung Pemerintah 100 Persen Sepanjang 2026, Ini Aturan Lengkapnya

    PPN Rumah Ditanggung Pemerintah 100 Persen Sepanjang 2026, Ini Aturan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Pemerintah kembali menggulirkan stimulus fiskal untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor properti. Sepanjang tahun 2026, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah dan satuan rumah susun ditanggung penuh oleh pemerintah. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 90 Tahun 2025 yang diteken Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam aturan ini, […]

  • Polresta Pontianak Gelar Patroli Skala Besar Cegah Balap Liar Malam Akhir Pekan

    Polresta Pontianak Gelar Patroli Skala Besar Cegah Balap Liar Malam Akhir Pekan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com — Kepolisian Resor Kota Pontianak menggelar patroli skala besar pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas warga pada malam akhir pekan yang kerap dibarengi potensi balap liar. Sejumlah ruas jalan dan titik rawan di Kota Pontianak menjadi sasaran patroli. Lokasi-lokasi tersebut selama ini dikenal […]

  • Kalbar Butuh 1.590 Dokter Spesialis! Sekda Harisson Dorong PPDS Anestesi FK Untan Prioritaskan Putra Daerah

    Kalbar Butuh 1.590 Dokter Spesialis! Sekda Harisson Dorong PPDS Anestesi FK Untan Prioritaskan Putra Daerah

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kesenjangan layanan kesehatan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat akibat krisis dokter spesialis terus menjadi perhatian serius. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, secara tegas menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan). Langkah strategis ini dilakukan melalui sinergi […]

  • Ancaman Ganda Awal Tahun! Polres Kubu Raya Imbau Warga Tepian Kapuas Waspada Rob dan Puting Beliung

    Ancaman Ganda Awal Tahun! Polres Kubu Raya Imbau Warga Tepian Kapuas Waspada Rob dan Puting Beliung

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang tepian Sungai Kapuas dan wilayah pesisir. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi potensi banjir rob dan ancaman angin puting beliung dalam beberapa hari ke depan. Langkah antisipasi ini diambil menyusul peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi […]

expand_less