Sesosok Mayat Pemuda Ditemukan Dekat Dermaga PT GLG Ketapang, Polisi: Identitas Korban Berinisial AEP
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- print Cetak

Warga Muara Pawan Ketapang digegerkan penemuan mayat mahasiswa berinisial AEP (21) mengapung di aliran sungai dekat dermaga PT GLG. Polisi selidiki penyebabnya. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Warga Dusun Nipah Malang, Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di aliran sungai, tepatnya di dekat jeti dermaga PT Garyber Link Group (GLG), pada Sabtu (24/01/2026).
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Muara Pawan segera meluncur ke lokasi kejadian di RT 001 RW 001 guna melakukan pengamanan dan proses identifikasi awal. Saat ditemukan, kondisi jenazah dalam keadaan membengkak.
Berdasarkan data kependudukan, korban diketahui berinisial AEP (21), seorang laki-laki yang berstatus sebagai pelajar/mahasiswa. Identitas alamat lengkap korban sengaja tidak dipublikasikan oleh pihak kepolisian guna menjaga privasi dan duka pihak keluarga.
Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, CPHR, melalui keterangannya menegaskan bahwa jajaran kepolisian telah berkoordinasi dengan Pamapta Polres Ketapang dan pihak terkait untuk mengevakuasi jenazah ke fasilitas medis.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal secara kasat mata, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap AKBP Muhammad Harris.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Saat ini, personel Polsek Muara Pawan bersama satuan fungsi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti kematian pemuda tersebut.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menghindari kesimpulan dini sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lengkap diperoleh,” tambah Kapolres.
Pihak keluarga korban telah dihubungi oleh kepolisian untuk proses serah terima dan koordinasi langkah hukum selanjutnya. Sementara itu, jenazah telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
AKBP Muhammad Harris juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Ketapang agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum tervalidasi di media sosial terkait peristiwa ini. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas serta menghargai perasaan keluarga yang ditinggalkan.
“Apabila ada masyarakat yang memiliki informasi berkaitan dengan kejadian ini, kami harapkan dapat segera menyampaikannya kepada kepolisian terdekat guna membantu kelancaran penyelidikan,” pungkasnya.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar