Arena Biliar Menjamur di Pontianak: Edi Kamtono Dorong Jadi Wadah Prestasi, Bukan Judi
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Edi Kamtono melihat potensi biliar sebagai cabang olahraga prestasi, bukan sekadar hiburan. Dukung turnamen untuk menjaring atlet dari kafe biliar. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan pandangan optimis terhadap menjamurnya arena biliar di Kota Pontianak. Di tengah kekhawatiran sebagian kalangan bahwa biliar dapat bergeser menjadi tempat praktik perjudian yang merusak moral generasi muda, Edi justru melihat potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Edi Kamtono Newton Home Tournament di Newton Pool and Café, Sabtu (14/2/2026) malam.
“Kejuaraan ini mudah-mudahan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kita ingin ada yang terus berkembang hingga ke level yang lebih tinggi,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Menurutnya, turnamen yang kini banyak digelar di berbagai kafe biliar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk menjaring atlet-atlet terbaik. Ia berharap dari kejuaraan seperti ini akan muncul nama-nama yang mampu mengharumkan nama Kota Pontianak dan Kalimantan Barat di kancah nasional bahkan internasional.
Edi mengakui bahwa sebagian masyarakat masih memandang biliar sebagai aktivitas yang kurang produktif atau berpotensi ke arah negatif. Namun, ia menegaskan bahwa jika dikelola dengan baik dan dibina secara profesional, biliar adalah cabang olahraga yang memiliki jalur prestasi yang jelas, sama seperti olahraga lainnya.
“Biliar adalah olahraga. Kalau dikelola dengan baik dan dibina secara profesional, ini bisa meningkatkan prestasi dan membanggakan daerah. Apalagi ini salah satu cabang yang diperlombakan dalam PON dan ajang internasional lainnya,” ucapnya.
Dengan fasilitas yang semakin baik dan kompetisi yang rutin digelar, Edi optimistis Pontianak dapat menjadi salah satu pusat pembinaan atlet biliar di Kalimantan Barat. Ia juga menekankan dampak positif kegiatan ini terhadap perputaran ekonomi dan tumbuhnya industri olahraga di kota.
“Selain mendukung prestasi olahraga, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi dan tumbuhnya industri olahraga di kota ini,” tutupnya.
Pernyataan Wali Kota ini diharapkan dapat mengubah stigma negatif terhadap olahraga biliar dan mendorong pembinaan yang lebih terstruktur untuk mencetak bibit-bibit unggul di masa depan.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar