Hari Pertama Puasa, Warga Serbu Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin Pontianak Meski Diguyur Hujan
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- print Cetak

Warga Pontianak antusias berburu takjil di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin pada hari pertama Ramadan 2026. Transaksi digital QRIS mulai ramai digunakan pembeli. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Antusiasme warga Kota Pontianak menyambut hari pertama Ramadan 1447 Hijriah terlihat sangat luar biasa. Ribuan warga berbondong-bondong menyerbu Pasar Juadah yang berlokasi di halaman Masjid Raya Mujahidin pada Kamis (19/2/2026).
Meski Kota Pontianak sempat diguyur hujan lebat, hal tersebut tidak menyurutkan langkah pembeli untuk berburu menu berbuka puasa. Bahkan sejak pukul 14.00 WIB, lapak-lapak pedagang sudah mulai dijejali oleh warga yang ingin mencari sajian terbaik.
Salah seorang pedagang, Selfi (23), menceritakan bahwa dirinya sudah mulai berkemas sejak pukul 11.00 WIB. Warga Sungai Raya Dalam ini menyebutkan bahwa pengunjung mulai memadati area pasar hanya dua jam setelah ia bersiap.
“Ini hari pertama sudah ramai. Tapi memang di awal-awal puasa selalu penuh,” cerita Selfi pada Kamis (19/2/2026).
Selfi merupakan salah satu dari 108 pedagang yang telah membuka lapak di area tersebut. Ia mengaku sudah berjualan di lokasi ini selama beberapa tahun terakhir karena omzet yang didapat sangat menguntungkan.
Menariknya, transaksi digital kini semakin diminati oleh masyarakat Pontianak. Selfi mengungkapkan bahwa hampir setengah dari total penjualannya pada hari pertama ini menggunakan layanan pembayaran nontunai QRIS.
Geliat ekonomi kerakyatan ini mendapat sambutan positif dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Ia bersyukur tradisi pasar juadah tetap hidup dan tersebar merata di enam kecamatan yang ada di Kota Pontianak.
“Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” ujar Edi Rusdi Kamtono.
Wali Kota menilai hampir seluruh titik pasar juadah di Pontianak saat ini padat oleh aktivitas ekonomi. Hal ini menunjukkan semangat masyarakat dalam menjemput berkah di bulan suci Ramadan.
Edi juga mengimbau kepada seluruh pedagang untuk selalu menjaga kualitas sajian mereka. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan makanan agar memberikan manfaat bagi konsumen.
“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan,” pungkas Edi Rusdi Kamtono.
Pemerintah Kota berharap kegiatan ini terus berjalan tertib. Diharapkan dalam sepekan ke depan, seluruh tenda yang tersedia sudah terisi penuh oleh para pelaku UMKM dan komunitas lokal lainnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alifpasapas

Saat ini belum ada komentar