Jelang Imlek, Karantina Entikong Sita 9 Kemasan Bibit Bambu Hias Asal Malaysia
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Karantina Kalbar gagalkan pemasukan 9 kemasan bibit bambu hias asal Malaysia di PLBN Entikong. Polisi waspadai risiko OPTK jelang perayaan Imlek. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong memperketat pengawasan di gerbang lintas batas negara. Langkah ini membuahkan hasil dengan digagalkannya upaya pemasukan sembilan kemasan bibit bambu hias asal Malaysia dalam operasi pengawasan rutin pada Selasa (03/02/2026).
Komoditas tersebut terdeteksi berisiko membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang dapat mengancam stabilitas ekosistem pertanian di Indonesia. Pengawasan ini semakin diintensifkan mengingat permintaan bibit bambu hias melonjak signifikan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek sebagai dekorasi estetika.
Penanggung Jawab Karantina Kalbar Satuan Pelayanan PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa bibit tanaman yang masuk tanpa prosedur yang sah membawa risiko biologis yang nyata bagi ketahanan hayati nasional.
“Bibit tanaman bukan sekadar barang bawaan, melainkan media yang membawa risiko biologis nyata bagi pertanian kita. Satu bibit yang lolos tanpa pengawasan dapat menjadi pintu masuk hama dan penyakit tumbuhan,” tegas Swiet Sinay.
Ia menambahkan, pengawasan di jalur perbatasan tidak akan mengenal kompromi guna memastikan setiap media pembawa yang masuk telah melalui pemeriksaan resmi.
“Oleh karena itu, pengawasan di PLBN Entikong kami lakukan secara ketat dan tanpa kompromi, disertai edukasi agar masyarakat semakin sadar dan patuh aturan,” tambahnya.
Selain melakukan tindakan penyitaan, petugas karantina aktif memberikan edukasi kepada para pelintas mengenai kewajiban memiliki sertifikat kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate) dari negara asal. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak mencoba memasukkan komoditas tumbuhan secara ilegal.
Peran strategis PLBN Entikong sebagai garda terdepan menuntut kesiagaan berkelanjutan, terutama pada momen perayaan besar yang identik dengan peningkatan arus perlintasan barang dan manusia antarnegara. Sinergi antara pengawasan ketat dan edukasi diharapkan mampu meminimalkan risiko masuknya hama penyakit tumbuhan ke wilayah Indonesia.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar