Mahasiswa Semester VI Universitas PGRI Pontianak Laksanakan KKL di SLB Bina Anak Bangsa
- account_circle Galuh Hartinah, M. Pd.
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

Mahasiswa Semester VI Universitas PGRI Pontianak Laksanakan KKL di SLB Bina Anak Bangsa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakmetro.com– Mahasiswa Semester VI Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Anak Bangsa Pontianak pada tanggal 3–6 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di SLB Bina Anak Bangsa, beralamat di Jalan Pak Benceng No. 12B, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan pemahaman secara langsung mengenai penyelenggaraan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), mulai dari profil lembaga, karakteristik peserta didik, hingga pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah.
Kegiatan KKL diawali dengan penyerahan mahasiswa pada Senin, 3 Agustus 2026. Rombongan mahasiswa beserta dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak disambut secara resmi oleh Kepala Sekolah SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Pertemuan tersebut menjadi awal terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara pihak program studi dengan pihak sekolah sebelum mahasiswa melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan KKL.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak, Kamaruzzaman, menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKL kepada Kepala Sekolah SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan KKL tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat, memahami, dan mempelajari secara langsung proses penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Beliau menegaskan bahwa calon Guru Bimbingan dan Konseling perlu memiliki wawasan yang luas dalam memahami keberagaman karakteristik peserta didik. Seorang guru BK tidak hanya dituntut mampu memberikan layanan pada sekolah reguler, tetapi juga perlu memiliki kesiapan dalam mendampingi peserta didik yang memerlukan pendekatan dan pelayanan khusus. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan KKL sebagai kesempatan untuk mempelajari secara langsung bentuk komunikasi, proses pembelajaran, pendampingan, serta penanganan yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.
Selain itu, Ketua Program Studi juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga sikap, etika, kedisiplinan, serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Mahasiswa diharapkan tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan yang diperkenankan oleh pihak sekolah sehingga memperoleh pengalaman yang lebih mendalam mengenai pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
Setelah penyampaian dari Ketua Program Studi, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SLB Bina Anak Bangsa Pontianak. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi dan penerimaan terhadap kehadiran mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak. Beliau juga memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah, karakteristik peserta didik, serta penyelenggaraan pendidikan di lingkungan SLB.
Kepala Sekolah menjelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Luar Biasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah reguler. Perbedaan tersebut terlihat dari kondisi peserta didik yang memiliki kebutuhan, kemampuan, hambatan, serta potensi yang beragam sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran dan pendampingan yang disesuaikan secara individual. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan akademik, komunikasi, sosial, emosional, kemandirian, serta keterampilan hidup sehari-hari.
Beliau juga menekankan bahwa dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, tenaga pendidik dituntut memiliki kesabaran, konsistensi, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan dalam memahami karakteristik dan respons setiap peserta didik. Keberhasilan pendidikan di SLB tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari perkembangan kemampuan peserta didik dalam menjalani aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Penjelasan tersebut memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa bahwa layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus memerlukan pendekatan yang adaptif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan setiap individu. Bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami bahwa layanan bimbingan dan konseling harus disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, kondisi psikologis, serta kebutuhan perkembangan setiap peserta didik.
Selanjutnya, pada Selasa dan Rabu, 4 – 5 Agustus 2026, mahasiswa melaksanakan kegiatan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru pada jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai profil lembaga, karakteristik peserta didik, pelaksanaan proses pembelajaran, metode dan media pembelajaran yang digunakan, bentuk pendampingan yang diberikan kepada peserta didik, serta berbagai kendala yang dihadapi guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai jumlah peserta didik, jenis kebutuhan khusus yang dimiliki, strategi pembelajaran yang diterapkan sesuai kemampuan peserta didik, serta upaya guru dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosial, komunikasi, dan kemandirian peserta didik. Melalui interaksi secara langsung dengan guru, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana proses pendidikan di sekolah luar biasa dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan setiap individu.
Pengalaman selama kegiatan KKL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membandingkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Mahasiswa dapat mengamati bagaimana guru membangun komunikasi dengan peserta didik, menyesuaikan strategi pembelajaran, memberikan pendampingan secara individual, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara bertahap.
Selain menambah wawasan akademik, kegiatan ini juga membentuk sikap profesional mahasiswa dalam menghadapi keberagaman karakteristik peserta didik. Mahasiswa menyadari bahwa menjadi calon Guru Bimbingan dan Konseling tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga empati, kesabaran, kemampuan berkomunikasi, keterampilan beradaptasi, serta penghargaan terhadap keunikan dan potensi setiap individu.
Rangkaian kegiatan KKL diakhiri dengan penarikan mahasiswa pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah, guru, serta seluruh warga SLB Bina Anak Bangsa yang telah menerima, membimbing, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai penyelenggaraan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus.
Pelaksanaan KKL di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membentuk kompetensi akademik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa sehingga mampu memberikan layanan bimbingan dan konseling yang adaptif, humanis, inklusif, serta menghargai keberagaman karakteristik dan potensi setiap peserta didik di lingkungan pendidikan.
3 Agustus 2026
Foto Penyerahan KKL Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak

4 Agustus 2026
Foto Wawancara Yang di lakukan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak Kepada Guru Sekolah SLB Bina Anak Bangsa

5 Agustus 2026
Foto Wawancara Yang di lakukan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak Kepada Kepala Sekolah SLB Bina Anak Bangsa

6 Agustus 2026
Foto Penarikan KKL Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak


Penulis:
Galuh Hartinah, M. Pd.
- Penulis: Galuh Hartinah, M. Pd.
- Editor: Anisa

Saat ini belum ada komentar