Hilirisasi Ayam Terintegrasi Hadir di Landak, Norsan: Harga Daging dan Telur Bakal Lebih Murah
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- print Cetak

Gubernur Ria Norsan terima audiensi CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Senin (5/1/26). | Hilirisasi Ayam Terintegrasi Hadir di Landak, Norsan: Harga Daging dan Telur Bakal Lebih Murah. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Kalimantan Barat bersiap menyambut era baru dalam industri peternakan. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi menerima audiensi CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, guna membahas rencana groundbreaking hilirisasi industri ayam terintegrasi yang akan dipusatkan di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak, Senin (5/1/2026).
Proyek ambisius ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang akan dilaksanakan serentak di 13 provinsi di Indonesia dan direncanakan mulai berjalan pada Januari 2026 ini.
Gubernur Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan Kalimantan Barat sebagai salah satu lokasi strategis hilirisasi ini. Menurutnya, integrasi industri peternakan dari hulu ke hilir akan berdampak langsung pada kantong masyarakat.
“Saya menyambut baik groundbreaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kalbar. Diharapkan ini dapat membantu masyarakat kita, terutama agar kebutuhan daging dan telur ayam terpenuhi dengan harga yang lebih murah namun kualitasnya tetap baik,” ujar Ria Norsan di ruang kerjanya.
CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan bahwa momen bersejarah ini akan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Jawa Timur.
Mengingat skalanya yang nasional, Gubernur Kalbar dijadwalkan hadir secara virtual dari titik pusat di Kabupaten Landak.
“Program hilirisasi ayam terintegrasi ini diadakan di 13 provinsi secara serentak yang akan dibuka langsung oleh Bapak Presiden. Kami sangat berharap Pak Gubernur bisa hadir menyaksikan proses di Kawasan Industri Mandor nanti,” ungkap Hendra.
Selain fokus pada stabilitas harga pangan, program yang didukung penuh oleh Kementerian Pertanian ini membawa misi besar lainnya: pemerataan ekonomi. Proyek ini didesain spesifik untuk mengatasi masalah kelangkaan telur dan daging ayam di berbagai daerah.
Tak hanya itu, hilirisasi di Kawasan Industri Mandor diprediksi akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal baru. Kehadiran industri yang terintegrasi—mulai dari pakan, peternakan, hingga pengolahan—menjadi angin segar bagi penyerapan pengangguran di Kabupaten Landak dan sekitarnya.
Penunjukan Kawasan Industri Mandor (KIM) sebagai lokasi utama menunjukkan kesiapan infrastruktur Kalimantan Barat dalam mendukung kemandirian pangan nasional serta memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung protein hewani di Indonesia.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar