Stok Pangan Pontianak Aman, Wali Kota Edi Kamtono Imbau Warga Tak Borong Belanjaan (Panic Buying)
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

Wali Kota Edi Kamtono pastikan stok pangan di Pontianak aman. Warga diminta tidak belanja berlebihan karena TPID terus pantau harga dan gelar operasi pasar. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong belanjaan atau panic buying terhadap kebutuhan pokok. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan di Kota Pontianak saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Guna menjaga ketenangan warga, Pemerintah Kota Pontianak melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara rutin memantau pergerakan harga kebutuhan pokok secara langsung (real time) setiap hari. Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di pasar.
“Saya sudah arahkan kepada TPID Kota Pontianak untuk terus memantau secara real time setiap hari. Kita juga melakukan operasi pasar untuk komoditas pokok seperti beras, gula, tepung, dan telur agar harga tetap terkendali dan inflasi tidak meningkat,” ujar Edi Rusdi Kamtono pada Minggu (8/3/2026).
Selain memantau harga, Edi menegaskan bahwa pemerintah akan mengawasi rantai distribusi bahan pokok dengan ketat. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada pihak nakal yang sengaja menimbun barang demi keuntungan pribadi yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
“Jangan sampai ada pihak yang menimbun kebutuhan pokok untuk kepentingan tertentu. Ini yang terus kita awasi,” tegasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, stok pangan di Pontianak yang bersumber dari Bulog serta jaringan distributor dan agen dipastikan masih sangat tersedia. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan rumah tangga saja.
Edi juga memberikan catatan mengenai kondisi ekonomi global yang fluktuatif, terutama dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Meski dinamika global tidak menentu, Pemkot Pontianak berkomitmen mengikuti kebijakan pusat sambil tetap memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Menurutnya, perilaku belanja berlebihan justru menjadi pemicu utama gejolak harga yang merugikan masyarakat luas.
“Kita jangan sampai melakukan panic buying atau belanja borong. Justru itu akan membuat situasi tidak nyaman dan bisa memicu kenaikan harga di pasaran,” pungkas Edi Kamtono.
Upaya intervensi melalui operasi pasar dan pengawasan ketat ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat selama masa Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, sehingga stabilitas ekonomi di Kota Khatulistiwa tetap terjaga.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar