Kalbar Butuh 1.590 Dokter Spesialis! Sekda Harisson Dorong PPDS Anestesi FK Untan Prioritaskan Putra Daerah
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

Kalbar Butuh 1.590 Dokter Spesialis! Sekda Harisson Dorong PPDS Anestesi FK Untan Prioritaskan Putra Daerah. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Kesenjangan layanan kesehatan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat akibat krisis dokter spesialis terus menjadi perhatian serius. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, secara tegas menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan).
Langkah strategis ini dilakukan melalui sinergi dengan RSUD dr. Soedarso Pontianak sebagai rumah sakit pendidikan utama, demi memangkas angka rujukan pasien dari daerah terpencil.
Harisson memaparkan data yang cukup memprihatinkan mengenai rasio dokter spesialis di Kalbar. Dengan luas wilayah 1,1 kali Pulau Jawa, Kalimantan Barat saat ini baru memiliki 548 dokter spesialis dari kebutuhan ideal sebanyak 1.590 orang.
“Khusus dokter anestesi, seharusnya kita memiliki 113 orang, tetapi saat ini baru tersedia 42 orang. Tanpa terobosan seperti pembukaan PPDS di daerah, kebutuhan ini tidak akan pernah terkejar,” tegas Harisson saat memberikan arahan di Aula Amphiteater FK Untan, Jumat (9/1/2026).
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kapuas Hulu, di mana rumah sakit memiliki dokter bedah namun lumpuh karena tidak adanya dokter anestesi. Akibatnya, pasien harus menempuh perjalanan rujukan selama berjam-jam.
Selain jumlah, persoalan utama lainnya adalah distribusi dokter yang tidak merata. Harisson menekankan agar seleksi mahasiswa PPDS Anestesi di FK Untan nantinya memberikan prioritas bagi putra-putri asli daerah.
“Dari sisi retensi, dokter putra daerah terbukti lebih bertahan lama bertugas di wilayahnya. Saya berharap putra-putra daerah Kalbar diprioritaskan dalam pendidikan ini agar setelah lulus, mereka kembali membangun layanan kesehatan di daerah asal,” tuturnya.
Gayung bersambut, Satgas Akselerasi PPDS Kemendiktisaintek, dr. Haryo Bismantara, mengungkapkan bahwa kebijakan pusat kini telah mewajibkan calon mahasiswa PPDS untuk menetapkan lokasi penempatan tugas sejak awal pendaftaran.
“Dalam pedoman baru, mahasiswa harus ditetapkan akan ditempatkan di mana setelah lulus. Kami sepakat dengan Pak Sekda, retensi paling kuat adalah putra daerah. Hal ini sudah diakomodasi dalam pedoman seleksi kami,” jelas dr. Haryo.
Melalui evaluasi lapangan ini, diharapkan FK Untan dapat segera mencetak dokter spesialis anestesi mandiri yang siap diterjunkan ke seluruh pelosok Kalimantan Barat, sehingga hak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dapat dirasakan oleh seluruh warga hingga ke garis perbatasan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar