Diduga Gegara Bahasan Politik, Ketua PPNI Ketapang Dipukul dan Dicekik di Ruang Kerjanya!
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- print Cetak

Lokasi puskesmas tempat kejadian penganiayaan dilakukan kepada Eka Arianto. | Diduga Gegara Bahasan Politik, Ketua PPNI Ketapang Dipukul dan Dicekik di Ruang Kerjanya! (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Aksi premanisme mencederai institusi kesehatan di Kabupaten Ketapang. Eka Arianto, yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Ketapang sekaligus Plt. Kepala Puskesmas Ratu Berlian Tuan Tuan, dilaporkan menjadi korban penganiayaan di ruang kerjanya pada Rabu, 31 Desember 2025 lalu.
Insiden pemukulan dan pencekikan ini diduga kuat dipicu oleh ketersinggungan pelaku terkait pembahasan netralitas dalam politik praktis Pilkada Ketapang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat pelaku berinisial Uti Is bersama Uti Faradian mendatangi korban di Puskesmas Ratu Berlian sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku diduga memaksa korban untuk mengakui tuduhan bahwa kelompok tertentu mendukung salah satu pasangan calon Bupati Ketapang.
Saat korban menolak mengakui hal yang tidak pernah ia ucapkan, Uti Is naik pitam dan langsung melayangkan pukulan ke wajah serta mencekik leher korban. Akibatnya, Eka Arianto mengalami luka di leher, kesulitan menelan, hingga susah menggerakkan lehernya. Korban kini telah melakukan Visum et Repertum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ketapang.
Dugaan pemicu aksi kekerasan ini berawal dari percakapan informal enam bulan lalu. Saat itu, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan organisasi, Eka Arianto sempat mengingatkan Uti Faradian untuk tidak terlibat dalam politik praktis dukung-mendukung calon bupati.
Namun, isi pembicaraan tersebut diduga sampai ke telinga Uti Is dengan narasi yang memancing emosi, hingga berujung pada aksi penganiayaan di lingkungan puskesmas tersebut.
Tindakan premanisme ini menuai kecaman keras dari Koordinator Zuriat Tanjungpura di Kota Pontianak, Uti Indra Nasrullah. Pihaknya menyesalkan kekerasan terhadap figur yang dinilai berprestasi dan santun tersebut.
“Eka ini anak yang baik, lahir dan besar di Desa Tanjungpura. Kalau tidak berprestasi tentu tidak terpilih sebagai Ketua PPNI Ketapang. Kami sangat menyesalkan pemukulan ini,” tegas Uti Indra, Rabu (7/1/2026) di Pontianak.
Zuriat Tanjungpura menyatakan dukungan penuh kepada Polres Ketapang untuk memproses hukum pelaku secara transparan dan maksimal. Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan tim advokat untuk mendampingi Eka Arianto di persidangan nanti.
“Kami mendukung langkah Polres Ketapang. Kami siap memberikan advokasi berupa lawyer apabila kasus ini berlanjut di pengadilan,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar