Tak Kalah dari Produk Luar, “Cerite Kote Dua” Pukau Rombongan Dharma Wanita Kemenag di Dekranasda Pontianak
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- print Cetak

Para model menampilkan fashion show pakaian motif corak insang saat kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag se-Provinsi Kalbar di Gedung UMKM Center. | Tak Kalah dari Produk Luar, "Cerite Kote Dua" Pukau Rombongan Dharma Wanita Kemenag di Dekranasda Pontianak. (Foto: Diskominfo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Satu per satu model melangkah anggun, membawa “cerita” yang dijahit rapi dalam helai busana. Bertajuk Cerite Kote Dua, peragaan busana ini sukses merangkum ikonik Kota Pontianak—mulai dari denyut Sungai Kapuas, kemegahan meriam karbit, hingga filosofi motif Corak Insang dan Kalengkang—di hadapan rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kalbar, Rabu (14/1/2026).
Acara yang digelar di Galeri Dekranasda Kota Pontianak ini bukan sekadar peragaan busana biasa, melainkan cara elegan mempromosikan identitas kota melalui bahasa fesyen.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menjelaskan bahwa setiap koleksi dalam “Cerite Kote Dua” adalah narasi visual tentang kekayaan kriya dan UMKM lokal.
“Ini cara kami bercerita tentang kota dengan bahasa fesyen. Di sini, UMKM Center menjadi pusat inkubasi, di mana produk pengrajin dikurasi dan dipasarkan dengan harga yang sama dari tangan pertama,” ujar Yanieta.
Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi. Melalui peragaan ini, Yanieta membuka pintu kolaborasi bagi DWP Kemenag Kalbar untuk bersama-sama membina perempuan hebat dan memperluas pasar kriya lokal.
Kunjungan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI ini memberikan kesan mendalam bagi Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar, Salbia Muhajirin. Menurutnya, potensi produk lokal Kalbar sangat kompetitif.
“Kami datang bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga belajar. Ternyata di Pontianak ini banyak sekali produk lokal yang berkualitas dunia. Selama ini kadang kita lebih tertarik pada produk luar, padahal produk daerah kita tidak kalah bagus,” ungkap Salbia.
Salbia, yang berasal dari Gorontalo, mengaku terpesona dengan keragaman tenun dan corak dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar. Baginya, setiap daerah memiliki identitas unik yang sangat layak dipromosikan ke tingkat nasional.
Melihat keberhasilan Dekranasda dalam membina UMKM, DWP Kemenag Kalbar berencana menggandeng Dekranasda Kota Pontianak sebagai narasumber dan mitra pelatihan bagi anggotanya di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Insya Allah, ke depan kami ingin mengundang Dekranasda untuk berbagi ilmu, agar ibu-ibu Dharma Wanita semakin berdaya secara ekonomi dan semakin mencintai produk lokal,” pungkas Salbia.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan produk di Galeri Dekranasda, di mana para anggota Dharma Wanita melihat langsung proses pembuatan kriya yang menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif di Kota Pontianak terus bergerak selaras dengan pelestarian budaya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar