Festival Musik Bangun Sahur di Masjid Jami Ditarget Jadi Etalase Budaya Sungai Pontianak
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Wali Kota Bahasan dukung Festival Musik Bangun Sahur di Masjid Jami jadi ikon wisata religi dan budaya sungai di Kota Pontianak. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Musik Bangun Sahur yang dipusatkan di halaman Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman. Agenda tahunan ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi etalase budaya sungai yang ikonik bagi Kota Khatulistiwa.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kreativitas untuk membangunkan warga saat sahur. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas sejarah dan akar peradaban Kota Pontianak.
“Kita tidak boleh lupa bahwa cikal bakal Kota Pontianak bermula dari kawasan Masjid Jami ini. Karena itu, penyelenggaraan festival ke depan harus mampu menonjolkan nilai historis tersebut,” ujar Bahasan saat membuka kegiatan pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Menurut Bahasan, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman memiliki nilai filosofis tinggi sebagai titik awal berdirinya kota di tepian Sungai Kapuas. Ia ingin agar kemasan acara di masa mendatang semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi wisatawan.
Salah satu arahan strategis yang disampaikan Bahasan adalah terkait tata letak panggung pada pelaksanaan berikutnya. Ia menyarankan agar panggung utama dapat diorientasikan menghadap ke arah Alun-Alun Sungai Kapuas guna memperkuat visual acara.
Langkah tersebut dinilai sangat strategis untuk menghadirkan suasana yang lebih ikonik. Konsep ini akan memberikan pemandangan menarik, terutama bagi masyarakat maupun wisatawan yang sedang melintas di jalur perairan Sungai Kapuas.
“Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi etalase budaya religi yang membanggakan, sekaligus mendukung sektor pariwisata kota,” tambahnya pada Sabtu (21/2/2026).
Melalui konsep tersebut, Festival Musik Bangun Sahur diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tradisi tahunan. Pemerintah Kota ingin menjadikannya bagian dari upaya rebranding kawasan Istana Kadriah dan Masjid Jami sebagai pusat budaya sungai dunia.
Bahasan memastikan bahwa Pemerintah Kota akan terus mendampingi agar festival ini tumbuh lebih profesional dan tertata. Hal ini dilakukan guna memberikan dampak positif bagi ekonomi kreatif serta memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang berbudaya dan religius.
Dukungan penuh ini diharapkan dapat memicu semangat para pemuda dan pegiat budaya di kawasan tersebut untuk terus berinovasi. Dengan sinergi yang baik, kekayaan sejarah di titik nol Pontianak ini dapat terus lestari dan dikenal luas hingga ke mancanegara.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar