Tausiyah Ustadz Das’ad Latif di Masjid Mujahidin: Ingatkan Nikmat Aman dan Bahaya “Orang Bangkrut” di Akhirat
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

Ustadz Das’ad Latif sampaikan pesan persatuan dalam Safari SAKURA di Masjid Mujahidin Pontianak, Minggu (8/3/2026). Simak pesan mendalamnya tentang kerukunan. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Ustadz kondang Das’ad Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan keamanan sebagai nikmat besar yang wajib disyukuri. Pesan menyejukkan tersebut disampaikannya dalam agenda Safari Kamtibmas Ustadz di Bulan Puasa (SAKURA) yang berlangsung di Masjid Raya Mujahidin, Minggu (8/3/2026) malam.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Das’ad menekankan bahwa kondisi aman yang dinikmati masyarakat Indonesia merupakan fondasi utama dalam menjalankan segala aktivitas, termasuk ibadah di bulan suci Ramadan. Tanpa keamanan, aspek kehidupan lain seperti ekonomi dan sosial akan lumpuh.
“Kita patut bersyukur karena hidup dalam keadaan aman. Dengan aman kita bisa berdagang, bisa salat tarawih, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan,” ujar Ustadz Das’ad Latif di hadapan ribuan jamaah.
Ia mengajak jamaah untuk bercermin pada kondisi masyarakat di wilayah konflik luar negeri yang harus berjuang keras hanya untuk sekadar mendapatkan air bersih atau makan, apalagi untuk beribadah dengan tenang.
Ustadz Das’ad secara khusus memuji kerukunan masyarakat di Kota Pontianak yang sangat heterogen. Meski dihuni berbagai suku mulai dari Melayu, Tionghoa, Bugis, Makassar, Mandar, hingga Padang, suasana harmonis tetap terjaga dengan baik.
“Di Pontianak ini ada banyak suku dan etnis, tetapi Alhamdulillah kita tetap rukun. Inilah yang saya sebut sebagai nikmatnya Indonesia,” tuturnya dengan gaya bahasa yang khas dan komunikatif.
Selain pesan persatuan, ustadz asal Makassar ini juga menyinggung peran penting pihak kepolisian. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya pandai mengkritik, tetapi juga menghargai dedikasi aparat dalam menciptakan rasa aman di tengah lingkungan.
Dari sisi spiritual, ia memberikan peringatan keras tentang fenomena “orang bangkrut” di akhirat. Menurutnya, kesalehan ritual seperti salat dan puasa akan menjadi sia-sia jika seseorang masih gemar memfitnah, menzalimi, dan memutus tali silaturahmi dengan sesama manusia.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Safari SAKURA. Menurut Edi, tausiyah tersebut sangat relevan dengan visi Pemerintah Kota dalam menjaga keberagaman.
“Kota Pontianak dihuni berbagai suku, agama, dan budaya. Selama ini kita mampu hidup rukun. Keamanan dan persatuan ini harus terus kita jaga bersama,” ungkap Edi Rusdi Kamtono.
Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi berharap momentum Ramadan melalui kegiatan keagamaan seperti ini dapat mempertebal nilai kebersamaan dan menjauhkan masyarakat dari perilaku negatif seperti penyebaran fitnah yang dapat merusak persatuan.
“Semoga suasana aman dan damai di Pontianak terus terpelihara melalui kesadaran kita untuk saling menghormati,” pungkasnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar