Presiden Prabowo Targetkan 80 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis, Karolin Siap Perluas hingga Pedalaman Landak
- account_circle Hendri M
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- print Cetak

Presiden Prabowo targetkan 80 juta penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Bupati Karolin dukung penuh dan fokus pemerataan hingga pedalaman Landak. (Foto: Dok. Kodim Landak 2025)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan keputusan strategis negara untuk mencetak generasi unggul. Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55–60 juta penerima manfaat sejak tahun 2025 ini ditargetkan meningkat signifikan hingga menyentuh angka 80 juta penerima pada periode 2026–2027.
“Ini bukan sekadar memberi makan. Ini keputusan negara agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan siap belajar. Yang paling sulit adalah memastikan makanan bergizi itu benar-benar sampai setiap hari, di seluruh wilayah,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya kepada para kepala daerah.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyatakan komitmen penuhnya untuk menyukseskan kebijakan nasional tersebut di tingkat daerah. Karolin menilai MBG sebagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan dasar anak-anak di Kabupaten Landak.
“Program ini sangat baik dan kami mendukung penuh. Yang penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan,” ujar Karolin.
Di Kabupaten Landak sendiri, program MBG telah berjalan secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat sekitar 20 dapur MBG telah beroperasi untuk melayani lebih dari 48 ribu penerima manfaat, mulai dari siswa berbagai jenjang pendidikan hingga kelompok prioritas lainnya.
Meski demikian, Karolin mengakui bahwa tantangan geografis Kabupaten Landak yang luas menjadi pekerjaan rumah tersendiri dalam proses distribusi. Ia menekankan pentingnya pemerataan agar anak-anak di wilayah sulit tetap mendapatkan hak yang sama.
“Kami terus berupaya agar cakupan MBG dapat diperluas secara bertahap dan terukur. Namun memang, harus ada pemerataan untuk anak-anak di pedalaman dan desa-desa terpencil,” tambahnya.
Bagi Karolin, kunci keberhasilan program ini bukan hanya pada kecepatan perluasan, melainkan pada konsistensi dan kualitas layanan jangka panjang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi harga mati agar asupan gizi yang layak dapat dinikmati oleh seluruh anak di Landak tanpa terkecuali.
“Program ini bukan soal cepat atau lambat, tetapi soal keberlanjutan dan manfaat jangka panjang. Yang terpenting, anak-anak mendapatkan asupan yang layak dan program ini bisa berjalan konsisten,” tutup Karolin.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar