Pengabdian Sunyi PPSU Pontianak: Dari Sapu Jalan Hingga Panggilan ke Tanah Suci
- account_circle Kom/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Sosok Satiman, petugas penyapu jalan di Pontianak yang mengabdi 33 tahun hingga mampu menunaikan ibadah haji. Bukti dedikasi PPSU menjaga kebersihan kota. (Foto: Komf.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Di balik predikat Pontianak sebagai kota yang bersih dan nyaman, ada tangan-tangan dingin yang bekerja dalam sunyi sebelum fajar menyingsing. Salah satunya adalah Satiman (54), seorang petugas penyapuan jalan yang telah mengabdikan dirinya selama 33 tahun untuk menjaga wajah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini tetap asri.
Bagi Satiman, setiap ayunan sapu di atas aspal adalah amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Dedikasinya yang konsisten membawa Satiman meraih penghargaan sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terbaik dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak pada 2021 lalu.
“Saya sudah menjadi penyapu jalan sejak zaman Pak Majid Hasan menjadi Wali Kota. Bagi saya, bekerja itu amanah. Selama masih diberi kesehatan, tugas harus dijalankan sebaik mungkin,” ujar Satiman saat berbincang pada Selasa (3/2/2026).
Namun, ada satu pencapaian yang membuat banyak orang berdecak kagum. Dari penghasilannya sebagai penyapu jalan, Satiman mampu mewujudkan impian besar umat Muslim, yakni menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah penghasilan saya dari pekerjaan ini, sedikit demi sedikit saya tabung dan dengan izin Allah, hasil tabungan itu, saya bisa menunaikan ibadah haji,” lirihnya.
Kisah inspiratif tidak hanya datang dari Satiman. Di antara 700 lebih personel PPSU di Pontianak, ada Wahideh (58) yang telah 22 tahun menyapu jalan sambil membesarkan anak-anaknya seorang diri, serta Parni (46) yang memiliki masa kerja serupa. Keduanya merupakan srikandi kebersihan yang juga pernah menyabet penghargaan PPSU Terbaik.
Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan jasa para petugas di lapangan.
“Penghargaan diberikan atas prestasi kerja, loyalitas, serta jasa para petugas PPSU dalam menjaga kebersihan kota. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap perjanjian kerja,” jelas Syarif Usmulyono sebagaimana tertulis dalam keterangan evaluasi kinerja DLH.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut kerja keras para petugas PPSU sebagai fondasi kenyamanan kota. Pujian dari pendatang yang menyebut Pontianak bersih adalah buah dari keringat para petugas yang sering luput dari sorotan kamera.
“Banyak yang datang ke Pontianak lalu memuji kebersihan kota. Itu buah dari kerja petugas yang sering luput dari perhatian, tapi nyata hasilnya,” ungkap Edi Kamtono.
Wali Kota menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pelosok kota, baik di darat maupun parit, terkelola kebersihannya dengan baik. Baginya, hasil kerja para petugas PPSU setiap hari adalah alasan utama mengapa Pontianak menjadi kota yang layak dibanggakan oleh warganya.
- Penulis: Kom/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar