Branding Kota Lewat Kulit Kuliner, Edi Kamtono Hadirkan Visual Peta Rasa di Trotoar MT Haryono
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Kamtono tata pedestrian Jalan MT Haryono dengan visual Peta Rasa. Trotoar kini jadi ruang publik edukatif bertema kuliner khas. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan terobosan dalam menata infrastruktur perkotaan. Fokus kali ini tidak hanya pada fungsi teknis, tetapi juga pada penguatan branding kota melalui peningkatan kualitas sarana pedestrian di sepanjang koridor strategis.
Salah satu langkah nyata terlihat di Jalan MT Haryono yang kini tampil beda. Penataan trotoar di kawasan tersebut dilengkapi dengan visual tematik bertajuk Peta Rasa Kota Pontianak, yang menampilkan beragam kuliner khas sebagai identitas Kota Khatulistiwa.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan bahwa penataan pedestrian ini bertujuan ganda. Selain menyediakan jalur yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, trotoar juga dirancang sebagai ruang publik yang hidup dan mencerminkan karakter daerah.
“Itu bagian dari kreativitas untuk Kota Pontianak yang semakin lebih indah, lebih berbudaya, dan branding kota,” ujar Edi Rusdi Kamtono pada Minggu (8/2/2026).
Pemkot Pontianak memang tengah gencar membangun ruang kota yang ramah pejalan kaki, inklusif, dan memiliki nilai cerita. Melalui visual Peta Rasa, identitas kuliner unggulan Pontianak dijadikan bagian dari elemen desain trotoar guna memperkuat promosi daerah.
Mengingat Jalan MT Haryono adalah salah satu koridor dengan aktivitas tinggi, penataan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus mempercantik kawasan pusat kota.
“Visual Peta Rasa diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah, sekaligus memperkuat promosi kuliner Pontianak,” terang Edi.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa peningkatan pedestrian adalah bagian dari komitmen menciptakan kota yang layak huni (livable city). Keberadaan trotoar yang estetik dan fungsional diyakini dapat mendorong pola hidup sehat serta membuka ruang interaksi sosial antarwarga.
Target utamanya adalah menjadikan Pontianak sebagai kota yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh siapa pun yang berkunjung.
“Dengan begitu, Pontianak tidak hanya nyaman ditinggali, tetapi juga memiliki identitas visual yang kuat dan mudah dikenali,” pungkasnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar