Kapasitas 360 Liter Per Detik, Instalasi Air Nipah Kuning Kini Masuk Tahap Uji Coba untuk Layani Warga
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
- print Cetak

Wali Kota Edi Kamtono tinjau IPA Nipah Kuning yang mulai beroperasi kembali per Februari 2026. Kapasitas produksi ditingkatkan untuk atasi keluhan air di Pontianak Barat. (Foto: Komf)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Masalah tekanan dan kejernihan air yang selama ini dikeluhkan warga di wilayah Pontianak Barat mulai menemui titik terang. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan fasilitas intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Nipah Kuning telah kembali beroperasi dan memasuki tahap uji coba operasional.
Kepastian ini disampaikan Edi usai meninjau langsung fasilitas milik PDAM Tirta Khatulistiwa tersebut bersama Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, pada Rabu (4/3/2026). Pembangunan dan perbaikan instalasi ini telah rampung dan mulai diaktifkan sejak Februari lalu.
“Alhamdulillah telah beroperasi sejak Februari setelah perbaikan tahun lalu. Kami meninjau langsung pembangunan intake dan IPA yang terpusat di Kecamatan Pontianak Barat ini,” ujar Edi Rusdi Kamtono pada Rabu (4/3/2026).
Secara teknis, instalasi ini dirancang dengan kapasitas maksimal mencapai 360 liter per detik. Namun, saat ini fasilitas tersebut masih dalam tahap commissioning atau uji fungsi dengan kapasitas produksi awal di kisaran 302 liter per detik. Langkah ini diambil guna menyesuaikan sistem agar distribusi ke rumah pelanggan tetap stabil.
Dari hasil pengujian laboratorium di lapangan, kualitas air yang dihasilkan tergolong sangat baik. Nilai derajat keasaman (pH) tercatat di angka 6,9 dengan tingkat kekeruhan yang berada di bawah ambang batas standar kesehatan.
“Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak langsung pada jumlah dan kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat,” papar Edi.
Wali Kota menjelaskan bahwa pengoperasian IPA Nipah Kuning merupakan langkah strategis Pemerintah Kota untuk menjawab kebutuhan dasar warga. Fokus utamanya adalah memperbaiki kualitas distribusi di kawasan Pontianak Barat yang selama ini sering mengalami kendala aliran air yang kecil atau keruh.
Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, jangkauan layanan PDAM diharapkan dapat semakin luas hingga menyentuh kawasan yang sebelumnya sulit terjangkau.
“Insya Allah kualitas layanan air bersih di Pontianak Barat dan sekitarnya akan semakin baik, stabil, dan menjangkau lebih banyak keluarga. Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika alirannya lancar, kehidupan warga pun lebih tenang,” tutup Edi Kamtono.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Pontianak dalam memodernisasi infrastruktur pelayanan publik demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Khatulistiwa.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar