Tradisi Lebaran di Pontianak, 229 Meriam Karbit Siap Menggelegar di Tepian Kapuas
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

Sebanyak 229 unit meriam karbit di 37 titik sepanjang Sungai Kapuas akan menyambut Idulfitri di Pontianak. Simak persiapan dan lokasi pembukaannya di sini. (Foto: Dok 2025/Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Tradisi menggelegar di tepian Sungai Kapuas dipastikan kembali hadir menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini. Sebanyak 229 unit meriam karbit yang tersebar di 37 titik lokasi telah disiapkan untuk memeriahkan malam kemenangan di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut hangat kembalinya permainan rakyat ini sebagai identitas budaya yang ikonik. Menurutnya, meriam karbit bukan sekadar hiburan, melainkan warisan turun-temurun yang harus dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi Meriam Karbit merupakan warisan budaya masyarakat Pontianak yang sudah dikenal secara luas. Pemerintah Kota sangat mendukung agar tradisi ini tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai rapat koordinasi pada Senin (9/3/2026).
Edi menegaskan bahwa faktor keselamatan dan ketertiban menjadi prioritas utama. Ia mengimbau seluruh kelompok meriam untuk mematuhi aturan main yang telah disepakati bersama demi menjaga kenyamanan warga maupun pengunjung.
Ketua Forum Komunikasi Seni dan Budaya Tradisi Meriam Karbit Kota Pontianak, Fajriudin Anshari, merincikan sebaran ratusan meriam tersebut. Sebanyak 20 kelompok berada di wilayah Pontianak Timur, sementara 17 kelompok lainnya berada di kawasan Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara.
“Seluruh kelompok tersebut akan menyalakan meriam sebagai penanda berakhirnya bulan suci Ramadan sekaligus menyambut Idulfitri,” terang Fajriudin.
Untuk tahun ini, seremoni pembukaan direncanakan berlangsung di Gang Darsyad, Jalan Imam Bonjol. Hingga saat ini, persiapan di lokasi tersebut sudah mencapai 80 persen, termasuk pembangunan panggung utama dan panggar (dudukan meriam).
Rencananya, acara pembukaan akan dihadiri oleh jajaran Forkopimda tingkat provinsi dan kota, termasuk Gubernur Kalimantan Barat dan Wali Kota Pontianak.
Berdasarkan data teknis, dari 229 meriam yang terdaftar, terdapat dua jenis bahan yang digunakan:
1. Meriam Balok (108 unit): Terbuat dari kayu gelondongan asli. Proses pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu hingga satu minggu per unit.
2. Meriam Non-Balok (129 unit): Terbuat dari bahan alternatif seperti paralon tebal atau besi.
Fajriudin menambahkan, saat ini sekitar 75 persen meriam sudah berada di posisinya masing-masing di tepian sungai. “Biasanya pada H-3 Lebaran, seluruh kelompok akan melakukan uji bunyi untuk memastikan kondisi meriam dalam keadaan aman dan siap pakai,” paparnya.
Meski tahun ini bersifat eksibisi, Forum Komunikasi Seni dan Budaya Tradisi Meriam Karbit menaruh harapan besar agar kompetisi atau festival penuh dapat kembali digelar pada tahun 2027 mendatang.
“Kami berharap festival Meriam Karbit kembali diadakan tahun depan. Dengan adanya festival, setiap kelompok biasanya akan tampil lebih maksimal dengan pakaian adat dan ornamen budaya yang indah,” pungkasnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar