Polri All Out Pulihkan Bencana Sumatra, 86 Alat Berat Dikerahkan di Tiga Provinsi
- account_circle Pontianak Metro
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Polri mengerahkan 86 alat berat dan 18 dump truck untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Foto: Divisi Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memaksimalkan upaya kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Hingga kini, sebanyak 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck telah dikerahkan dan beroperasi aktif di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pengerahan tersebut dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, dengan fokus membersihkan lumpur serta material banjir, membuka akses jalan dan jembatan yang terputus, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.
Di Provinsi Aceh, Polri mengerahkan 27 unit alat berat yang bekerja setiap hari di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara.
Operasi difokuskan pada pembukaan akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, pembersihan rumah warga yang tertimbun lumpur, penguatan tanggul sungai, serta pengamanan harta benda masyarakat.
Tak hanya mengandalkan alat berat, personel Polri juga turun langsung bergotong royong bersama warga di sejumlah lokasi, mengoperasikan peralatan berat demi mempercepat pemulihan lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Sementara itu, di Sumatera Barat, Polri mengoperasikan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Pekerjaan difokuskan pada pembukaan akses nagari dan korong, pembersihan kawasan permukiman serta fasilitas layanan publik, dan memastikan jalur distribusi logistik kembali normal. Upaya ini terus dilakukan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.
Di Sumatera Utara, Polri mengerahkan 47 unit alat berat yang tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan konektivitas antarwilayah guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri memahami sepenuhnya beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.
“Kami merasakan langsung duka dan kelelahan masyarakat yang rumah, lingkungan, dan akses hidupnya tertimbun lumpur serta material. Polri tidak akan berhenti hingga seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih,” ujar Trunoyudo.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan ketabahan masyarakat, serta mengajak seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan dalam proses pemulihan. “Kami sangat menghargai kekuatan dan kerja sama masyarakat. Dengan kebersamaan antara warga, relawan, dan aparat, proses pemulihan akan berjalan lebih cepat dan lebih kuat,” tambahnya.
Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, memastikan setiap tahapan pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga, hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar kembali pulih. (*/)
- Penulis: Pontianak Metro

Saat ini belum ada komentar