Marah Besar! Bupati Bala Kecewa Bos Agen LPG Tak Hadir Saat Rakyat Kesulitan Gas Subsidi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

Marah Besar! Bupati Bala Kecewa Bos Agen LPG Tak Hadir Saat Rakyat Kesulitan Gas Subsidi. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Suasana Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang memanas pada Kamis (15/1/2026). Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat memimpin rapat koordinasi darurat terkait kelangkaan dan meroketnya harga gas LPG 3 kg bersubsidi di wilayahnya.
Kekecewaan Bupati bermula saat ia melakukan absensi peserta. Dari tujuh agen gas yang melayani masyarakat Sintang, hanya tiga pemilik (owner) yang hadir secara langsung, sementara sisanya hanya mengirimkan perwakilan.
Bupati Bala menegaskan bahwa kehadiran para pemilik agen sangat krusial agar keputusan dan solusi bisa diambil seketika. Ia menyayangkan ketidakhadiran para pemegang kebijakan perusahaan di tengah penderitaan rakyat kecil.
“Dan sungguh dalam absensi ini, saya pun belum apa-apa kecewa, karena saya yakin jawabannya nanti pada ‘nanti kami sampaikan dengan pimpinan’, padahal forum ini diharapkan apa yang kita komunikasikan bisa terjawab langsung,” tegas Bala dalam cuplikan dokumentasi rapat tersebut.
Dalam pernyataan yang sangat emosional, Bupati Bala mengingatkan para agen bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral karena mengelola barang yang disubsidi oleh uang negara untuk rakyat miskin. Ia meminta para pengusaha tidak memanfaatkan keterbatasan anggaran pengawasan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Ini kan sudah nggak wajar. Jangan juga kawan-kawan dari pemilik agen ini ngintai Pemda lemah. Kami nggak ada duit untuk monitor kalian setiap saat, nggak ada anggarannya Pak, termasuk APH juga ada batasnya. Kita pakai hati, ini kan menyangkut pelayanan masyarakat,” ujarnya dengan nada tinggi.
Bala juga memberikan pilihan pahit bagi para pelaku usaha yang hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan distribusi yang adil.
“Kalau kita mau bisnis murni, ya jangan ngambil barang yang subsidi, banyak bisnis lain tuh. Karena ini antara bapak-bapak pemilik perusahaan dengan masyarakat. Perusahaan minta izin dengan kami karena mau berjanji bermitra dengan masyarakat,” lanjutnya.
Rapat ini turut dihadiri Ketua DPRD Sintang Indra Subekti, Sekda Kartiyus, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Polres Sintang, Pertamina Patra Niaga, dan Hiswana Migas. Kehadiran unsur Forkopimda ini menunjukkan bahwa persoalan gas LPG di Sintang sudah masuk dalam tahap darurat yang memerlukan penindakan hukum jika ditemukan adanya permainan di tingkat distribusi.
Bupati Sintang berharap melalui rapat ini, para agen kembali pada komitmen awal mereka untuk melayani masyarakat dengan jujur, mengingat gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar yang sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi rumah tangga di Sintang.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar