Medsos Makin Liar, Edi Kamtono Ajak Warga Pontianak Cerdas Saring Konten Provokatif dan Radikal
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Sosialisasi Literasi Media yang digelar KNPI Kota Pontianak dan KPID Kalbar. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan peringatan serius mengenai derasnya arus informasi di media sosial yang kian sulit dibendung. Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi kini menjadi kunci utama untuk menjaga suasana kota tetap kondusif di tengah gempuran konten digital yang seringkali mengabaikan etika.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Literasi Media yang diinisiasi oleh KNPI Pontianak dan KPID Kalbar di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (21/1/2026) malam.
Edi menilai, media sosial saat ini menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan media konvensional seperti televisi dan radio yang masih memiliki rambu-rambu penyiaran yang ketat.
“Di media sosial, kontennya sangat bebas, baik dari tampilan, bahasa, maupun isinya. Ini yang perlu disikapi dengan kecerdasan,” ujar Edi Kamtono.
Wali Kota menyoroti tren saat ini di mana banyak pembuat konten (content creator) hanya mengejar viralitas semata tanpa memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan.
Fenomena “asal viral” ini dianggap berbahaya karena seringkali memuat unsur provokatif, radikal, hingga konten kekerasan yang dapat merusak opini publik, terutama di kalangan generasi muda.
“Kalau dulu berita selalu berimbang dan ada klarifikasi. Sekarang, kalau tidak viral, dianggap bukan konten. Ini berbahaya jika tidak diimbangi literasi yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan maraknya konten terkait kasus sensitif, seperti kekerasan terhadap anak, yang disajikan secara vulgar tanpa mempertimbangkan dampak psikologis korban.
Edi menekankan pentingnya menahan diri dalam menyebarkan informasi. Menurutnya, tidak semua hal yang menarik secara visual layak untuk dibagikan ke ruang publik.
Senada dengan hal itu, Ketua KNPI Pontianak, Zean Novrian, menegaskan bahwa pemuda memiliki beban moral untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan beretika.
“Ini bukan hanya soal teknis media, tetapi menyangkut beban moral untuk menyampaikan informasi yang mendidik dan tidak memecah belah,” kata Zean.
Ia mendorong pemuda Pontianak agar tidak sekadar menjadi konsumen media yang pasif, melainkan harus berani menjadi agen literasi yang kritis dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Pontianak semakin bijak dalam bermedia sosial sehingga kebebasan berpendapat tidak justru menjadi bumerang yang merusak harmoni di “Kota Khatulistiwa”.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar