Petugas Kebersihan Sungai Singkawang Diteror Limbah Darah dalam Botol, Pelaku Diburu
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- print Cetak

Petugas kebersihan Sungai Singkawang resah temukan kantung berisi darah. UPT Sampah resmi lapor ke Polres Singkawang terkait limbah B3. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Singkawang melalui UPT Pengelolaan Sampah resmi menempuh jalur hukum terkait temuan limbah darah misterius yang kerap mencemari aliran Sungai Singkawang. Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Dedi Wahyudi, mendatangi langsung Satuan Reserse Polres Singkawang pada Senin (19/1/2026) untuk melaporkan temuan limbah berbahaya tersebut.
Langkah ini diambil guna mengungkap sosok pelaku dan motif di balik pembuangan limbah cair yang dikemas dalam kantung dan botol plastik tersebut.
“Kami sengaja membuat laporan agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan pelaku bisa segera ditangkap,” tegas Dedi Wahyudi.
Dedi mengungkapkan, dalam satu pekan terakhir, pasukannya sudah menemukan limbah serupa sebanyak tiga kali. Kondisi ini sangat membahayakan karena darah tersebut masuk dalam kategori Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang memerlukan prosedur pembuangan khusus.
“Darah ini merupakan limbah B3 yang seharusnya dibuang sesuai standar. Dalam satu minggu terakhir, sudah tiga kali petugas kami menemukan sampah darah ini,” ungkapnya.
Kejadian ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kesehatan para pekerja di lapangan. Dedi menceritakan bahwa limbah tersebut kerap bocor saat terkena alat pembersih hingga menciprati tubuh petugas kebersihan sungai.
“Bahkan ada yang bocor saat tersentuh alat pembersih hingga mengenai petugas,” tambahnya dengan nada prihatin.
Dampaknya, psikologis petugas di lapangan kini terganggu. Banyak petugas yang merasa was-was dan harus bekerja ekstra hati-hati, yang secara otomatis menghambat kecepatan proses normalisasi dan pembersihan sungai.
“Petugas kami sekarang bekerja ekstra hati-hati. Tentu ini membuat pekerjaan menjadi lebih lambat,” katanya.
Pihak UPT Pengelolaan Sampah berharap kepolisian dapat menangani kasus ini secara serius. Penangkapan pelaku dianggap krusial demi menjamin keselamatan petugas serta menjaga keamanan lingkungan Sungai Singkawang dari ancaman penularan penyakit atau dampak negatif limbah medis lainnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: MC Singkawang

Saat ini belum ada komentar