Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » News » Dua Pekerja Tewas Tertimbun Abu di PLTU Sukabangun, DPRD Ketapang Tuntut Tanggung Jawab Vendor dan Pengelola

Dua Pekerja Tewas Tertimbun Abu di PLTU Sukabangun, DPRD Ketapang Tuntut Tanggung Jawab Vendor dan Pengelola

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Tragedi kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kabupaten Ketapang, memicu reaksi keras dari parlemen daerah. Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden maut yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026 tersebut.

Sholeh mengungkapkan kekecewaannya karena insiden serupa bukan pertama kali terjadi. Ia mencatat adanya kecelakaan kerja pada tahun 2025 dan kembali terulang di lokasi yang hampir sama pada Januari 2026.

“Kecelakaan kerja di PLTU Sukabangun bukan hanya sekali ini saja, namun ini kedua kalinya. Pertama di tahun 2025 dan sekarang di Januari 2026,” ujar Sholeh saat dihubungi via WhatsApp pada Minggu (25/1/2026) siang.

Menurut data yang dihimpun, korban kecelakaan pada tahun 2026 berjumlah empat orang, di mana dua di antaranya meninggal dunia. Sementara pada tahun 2025, satu orang pekerja juga dilaporkan tewas akibat terjatuh dari ketinggian di area cerobong asap.

Melihat repetisi insiden ini, Achmad Sholeh meminta tim audit untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kinerja PLTU Ketapang, baik dari sisi hukum maupun operasional.

Sholeh menegaskan bahwa kepolisian wilayah hukum Ketapang harus segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara transparan tanpa ada kompromi terhadap keselamatan nyawa manusia.

“Jika terdapat kelalaian dari pihak PLTU atau vendor, maka harus diproses sesuai aturan hukum. Tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan kerja,” tegas Sholeh.

DPRD Ketapang juga menuntut tanggung jawab penuh perusahaan terhadap hak-hak para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat, sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, DPRD berencana melakukan pemanggilan kepada pihak manajemen PLTU, perusahaan vendor, serta instansi terkait untuk melakukan rapat kerja evaluasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Peristiwa pilu ini bermula saat empat pekerja sedang membersihkan bagian tengah corong blower abu sisa pembakaran batubara di dalam cerobong pada pukul 16.30 WIB.

Secara tiba-tiba, material abu (fly ash) dari bagian atas runtuh dan menimpa para pekerja yang berada di dalam lubang pembersihan.

Dua korban yang meninggal dunia teridentifikasi berinisial JN (35), warga Mekar Sari, Kecamatan Benua Kayong, dan RN (32), warga Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan.

Sementara itu, dua rekan mereka berinisial PEM (38) dan HR (30) berhasil menyelamatkan diri meski sempat tertimbun material abu hingga batas leher.

Ketua DPRD menekankan bahwa evaluasi menyeluruh ini sangat mendesak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, karena keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan produksi.

Hingga saat ini, pihak manajemen PLTU Sukabangun dilaporkan masih bersikap tertutup dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang melibatkan nyawa pekerjanya tersebut.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Penggelapan Mobil Avanza di Kapuas Hulu Tak Berkutik Diringkus Polisi di Semitau

    Terduga Penggelapan Mobil Avanza di Kapuas Hulu Tak Berkutik Diringkus Polisi di Semitau

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda empat yang terjadi di wilayah hukum Kecamatan Bunut Hulu. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan seorang pria berinisial RS, warga Boyan Tanjung, beserta barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi KB […]

  • Sembunyikan 9,80 Gram Sabu di Rumah Walet, Pria Paruh Baya di Tayan Hilir Diciduk Polisi

    Sembunyikan 9,80 Gram Sabu di Rumah Walet, Pria Paruh Baya di Tayan Hilir Diciduk Polisi

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Satuan Reserse Narkoba Polsek Tayan Hilir, Polres Sanggau, berhasil membongkar praktik peredaran gelap narkotika jenis sabu yang melibatkan seorang pria paruh baya. Pelaku berinisial AY (50), warga Dusun Pebaok, Desa Kawat, diringkus polisi bersama barang bukti sabu seberat hampir 10 gram. Pengungkapan kasus ini bermula dari keresahan warga terkait aktivitas mencurigakan di sebuah […]

  • Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Kepolisian Republik Indonesia secara resmi membeberkan pasal-pasal hukum yang dikenakan kepada Dokter Richard Lee, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak menjelaskan bahwa penyidik menjerat Richard Lee dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang […]

  • Polres Ketapang Gerebek Rumah Kost di Air Upas, Tiga Pria Diringkus Saat Pesta Sabu

    Polres Ketapang Gerebek Rumah Kost di Air Upas, Tiga Pria Diringkus Saat Pesta Sabu

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang kembali menindak tegas peredaran gelap zat terlarang. Kali ini, petugas meringkus tiga pria yang diduga kuat sebagai pengguna dan pemilik narkotika jenis sabu. Penangkapan tersebut berlangsung di sebuah rumah kost di Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Ketiganya diamankan pada Kamis (22/01/2026) sekitar pukul […]

  • Air dari Hulu Bergerak Cepat, Pemkab Landak Siapkan Logistik dan Posko Evakuasi

    Air dari Hulu Bergerak Cepat, Pemkab Landak Siapkan Logistik dan Posko Evakuasi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Hendri M
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Pemerintah Kabupaten Landak tidak ingin kecolongan menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Sebagai langkah proteksi dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak resmi mengaktifkan Posko Siaga Bencana di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang, mulai Minggu (11/1/2026). Pengaktifan posko ini menjadi krusial mengingat adanya tren pergerakan air yang cukup cepat dari wilayah hulu menuju pusat […]

  • Gawat! Penyitaan Ekstasi di Sintang Melonjak Drastis, Polres Sintang Amankan 707 Butir Sepanjang 2025

    Gawat! Penyitaan Ekstasi di Sintang Melonjak Drastis, Polres Sintang Amankan 707 Butir Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kepolisian Resor (Polres) Sintang mengungkap fakta mengejutkan terkait peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dalam rilis akhir tahun 2025, tercatat lonjakan fantastis pada penyitaan barang bukti pil ekstasi yang meningkat hingga puluhan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, memaparkan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus narkoba menjadi salah satu poin krusial […]

expand_less