IPM Pontianak Tembus 82,80, Bahasan Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter di Era Digital
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- print Cetak

Wakil Wali Kota Bahasan soroti tantangan mendidik anak di era digital. Ia targetkan Pontianak jadi kota santri dengan IPM yang kini mencapai 82,80. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota Pontianak terus mempertegas komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik generasi masa depan tidak boleh hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus menjadi gerakan kolektif.
“Kita semua, pendidik, orang tua, dan masyarakat, memiliki peran penting dalam menumbuhkan generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ujar Bahasan pada Sabtu (24/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka seminar parenting yang diinisiasi oleh Yayasan Majelis At Turots Al Islamy Ponpes Islamic Centre Bin Baz Al Mukarromah di Aula Rumah Dinas Wali Kota.
Bahasan menilai tantangan mendidik anak di era digital saat ini kian kompleks. Arus informasi yang liar di media sosial dinilai dapat merusak moral anak jika tidak dibentengi dengan karakter yang kuat.
Ia mengingatkan para orang tua agar menggunakan pendekatan yang dilandasi kasih sayang dan keteladanan. Hal ini bertujuan agar cita-cita mencetak “Generasi Emas” tidak justru menghasilkan generasi yang rapuh secara karakter.
“Jangan sampai kita berbicara tentang generasi emas, tapi yang kita hasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter,” tegasnya di hadapan para peserta seminar.
Dalam kesempatan yang sama, Bahasan memaparkan capaian membanggakan terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang saat ini telah menyentuh angka 82,80.
Meskipun angka IPM sudah tergolong tinggi, Bahasan mengingatkan bahwa tantangan masa depan akan jauh lebih besar, sehingga kualitas pendidikan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi terhadap peran strategis pondok pesantren di Kota Pontianak. Pesantren dinilai memiliki daya tahan luar biasa, bahkan saat menghadapi masa sulit seperti pandemi.
“Saat pandemi, pesantren tetap bertahan dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa pesantren punya daya tahan dan peran penting dalam dunia pendidikan,” ungkap Bahasan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan ambisi untuk mengembangkan Pontianak sebagai kota yang kuat dalam sisi pendidikan keagamaan, bahkan bercita-cita menjadikan Pontianak sebagai “Kota Santri”.
Pemerintah Kota Pontianak menyatakan sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan berbasis karakter guna mewujudkan lingkungan yang mencerdaskan sekaligus religius.
Melalui sinergi antara pemerintah, pesantren, dan keluarga, Bahasan optimistis Kota Pontianak dapat melahirkan generasi terbaik yang siap memimpin bangsa di masa yang akan datang.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar