Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com – Selama ini, manusia mengenal satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam. Namun, penelitian ilmiah terbaru mengungkap fakta mengejutkan: Bumi pernah memiliki durasi hari hanya sekitar 19 jam, dan kondisi ini bertahan sangat lama, yakni hingga satu miliar tahun.

Temuan tersebut berasal dari studi yang dipimpin Ross Mitchell, geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences. Penelitian ini menelusuri sejarah rotasi Bumi hingga 2,5 miliar tahun lalu dengan menganalisis puluhan catatan geologis berupa batuan sedimen purba.

Dengan menggunakan metode siklostratigrafi, para peneliti mempelajari pola berulang pada lapisan batuan yang merekam perubahan rotasi serta orbit Bumi dari masa ke masa. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlambatan rotasi Bumi tidak terjadi secara stabil, melainkan melalui fase-fase tertentu, termasuk periode “terkunci” yang berlangsung sangat lama.

Salah satu fase paling mencolok terjadi sekitar dua hingga satu miliar tahun lalu, ketika panjang hari di Bumi stabil di kisaran 19 jam, sebagaimana dikutip dari Earth.com, Selasa (30/12/2025).

Menurut Mitchell, fenomena ini dipicu oleh resonansi unik antara dua kekuatan besar: gaya pasang surut atmosfer akibat panas Matahari dan efek pengereman gravitasi Bulan. Kedua gaya tersebut saling mengimbangi, membuat rotasi Bumi seolah berhenti melambat dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Tak hanya berdampak pada dinamika planet, kondisi ini juga berpengaruh besar terhadap evolusi kehidupan. Pada periode tersebut, produksi oksigen global masih didominasi oleh mikroba fotosintetik di perairan dangkal. Durasi siang hari memainkan peran krusial dalam menentukan seberapa banyak oksigen yang dilepaskan ke atmosfer.

Eksperimen menunjukkan bahwa hari yang terlalu singkat justru membuat mikroba menyerap lebih banyak oksigen daripada yang mereka hasilkan. Akibatnya, selama periode hari 19 jam yang stabil, kadar oksigen Bumi cenderung stagnan dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baru setelah Bumi keluar dari fase resonansi tersebut dan durasi hari perlahan mendekati 24 jam, produksi oksigen meningkat drastis. Tambahan waktu siang memungkinkan fotosintesis berlangsung lebih lama dan lebih intens, membuka jalan bagi kemunculan kehidupan kompleks di planet ini.

Meski peristiwa tersebut terjadi miliaran tahun lalu, rotasi Bumi hingga kini masih terus berubah. Data dari jam atom menunjukkan panjang hari modern dapat berfluktuasi dalam hitungan milidetik, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, laut, serta pergerakan logam cair di inti Bumi.

Penelitian sebelumnya juga mencatat adanya osilasi rutin setiap 5,9 tahun, serta lonjakan mendadak yang berkaitan dengan perubahan medan magnet Bumi atau fenomena geomagnetic jerks.

Para ilmuwan menilai temuan ini berpotensi mengubah pemahaman tentang dinamika inti fluida Bumi. Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa mantel bawah Bumi memiliki daya hantar listrik yang rendah, sehingga membatasi interaksi antara inti dan mantel planet.

Penelitian ini membuka jendela baru untuk memahami proses terdalam Bumi—sebuah misteri besar yang masih terus digali oleh ilmu kebumian modern. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Sintang Didesak Tangkap Oknum Penyegel Sekolah, Massa Ancam Demo ke Polda Kalbar

    Polres Sintang Didesak Tangkap Oknum Penyegel Sekolah, Massa Ancam Demo ke Polda Kalbar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Gelombang protes terkait kisruh pengelolaan Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif (MIM) Labschool STAIMA Sintang memasuki babak baru. Sejumlah mahasiswa STAIMA Sintang bersama komite dan orang tua murid menggelar aksi longmarch menuju Mapolres Sintang pada Kamis (8/1/2026) untuk mendesak tindakan tegas kepolisian terhadap oknum yang melakukan penyegelan sekolah secara paksa. Massa memberikan ultimatum keras kepada Polres […]

  • Sikat Habis PR Nasional! Bupati Sambas Perintahkan Kades Segera Siapkan Lahan Strategis Koperasi Merah Putih

    Sikat Habis PR Nasional! Bupati Sambas Perintahkan Kades Segera Siapkan Lahan Strategis Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Pemerintah Kabupaten Sambas bergerak cepat merealisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Bupati Sambas, Satono, ditegaskan bahwa Sambas kini menjadi salah satu daerah pionir dalam pelaksanaan program nasional tersebut di Kalimantan Barat. Rapat yang digelar di […]

  • Bongkar Transaksi di “Rumah Nomor 77”, Polisi Sanggau Ringkus Dua Pria Pemilik 10 Paket Sabu

    Bongkar Transaksi di “Rumah Nomor 77”, Polisi Sanggau Ringkus Dua Pria Pemilik 10 Paket Sabu

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sanggau kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kecamatan Kapuas. Dua pria paruh baya, DN (45) dan LM (44), tak berkutik saat petugas menggerebek sebuah rumah yang diduga kuat menjadi titik transaksi barang haram di Kelurahan Bunut, Selasa (13/1/2026) malam. Aksi sigap kepolisian ini […]

  • Menguatkan Sinergi Nasional, FEBI IAIN Pontianak dan Program Studi Ikuti RAKORNAS AFEBIS 2026 di Jakarta

    Menguatkan Sinergi Nasional, FEBI IAIN Pontianak dan Program Studi Ikuti RAKORNAS AFEBIS 2026 di Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

    Pontianakmetro.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Grand Whiz Poins Simatupang, Jakarta, pada 23–25 September 2026. RAKORNAS AFEBIS 2026 menjadi forum koordinasi nasional yang mempertemukan pimpinan fakultas dan […]

  • Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Kepolisian Republik Indonesia secara resmi membeberkan pasal-pasal hukum yang dikenakan kepada Dokter Richard Lee, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak menjelaskan bahwa penyidik menjerat Richard Lee dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang […]

  • Rapor Merah Narkoba di Sekadau Sepanjang 2025, Polisi Juga Bidik Kasus Korupsi Ratusan Juta!

    Rapor Merah Narkoba di Sekadau Sepanjang 2025, Polisi Juga Bidik Kasus Korupsi Ratusan Juta!

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kepolisian Resor (Polres) Sekadau membeberkan catatan kriminalitas sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun di Mapolres Sekadau. Dari total 117 perkara yang ditangani, kasus penyalahgunaan narkotika masih menjadi momok utama yang mendominasi daftar kejahatan di Kabupaten Sekadau. Wakapolres Sekadau, Kompol Asep Mustopa Kamil, mengungkapkan bahwa meskipun mayoritas kasus berhasil diselesaikan, dinamika kejahatan di […]

expand_less