Rabu, 3 Jun 2026
Trending Tags
Beranda » Artikel » Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

Bumi Pernah Punya Durasi 19 Jam per Hari, Ilmuwan Ungkap Dampaknya bagi Kehidupan

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com – Selama ini, manusia mengenal satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam. Namun, penelitian ilmiah terbaru mengungkap fakta mengejutkan: Bumi pernah memiliki durasi hari hanya sekitar 19 jam, dan kondisi ini bertahan sangat lama, yakni hingga satu miliar tahun.

Temuan tersebut berasal dari studi yang dipimpin Ross Mitchell, geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences. Penelitian ini menelusuri sejarah rotasi Bumi hingga 2,5 miliar tahun lalu dengan menganalisis puluhan catatan geologis berupa batuan sedimen purba.

Dengan menggunakan metode siklostratigrafi, para peneliti mempelajari pola berulang pada lapisan batuan yang merekam perubahan rotasi serta orbit Bumi dari masa ke masa. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlambatan rotasi Bumi tidak terjadi secara stabil, melainkan melalui fase-fase tertentu, termasuk periode “terkunci” yang berlangsung sangat lama.

Salah satu fase paling mencolok terjadi sekitar dua hingga satu miliar tahun lalu, ketika panjang hari di Bumi stabil di kisaran 19 jam, sebagaimana dikutip dari Earth.com, Selasa (30/12/2025).

Menurut Mitchell, fenomena ini dipicu oleh resonansi unik antara dua kekuatan besar: gaya pasang surut atmosfer akibat panas Matahari dan efek pengereman gravitasi Bulan. Kedua gaya tersebut saling mengimbangi, membuat rotasi Bumi seolah berhenti melambat dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Tak hanya berdampak pada dinamika planet, kondisi ini juga berpengaruh besar terhadap evolusi kehidupan. Pada periode tersebut, produksi oksigen global masih didominasi oleh mikroba fotosintetik di perairan dangkal. Durasi siang hari memainkan peran krusial dalam menentukan seberapa banyak oksigen yang dilepaskan ke atmosfer.

Eksperimen menunjukkan bahwa hari yang terlalu singkat justru membuat mikroba menyerap lebih banyak oksigen daripada yang mereka hasilkan. Akibatnya, selama periode hari 19 jam yang stabil, kadar oksigen Bumi cenderung stagnan dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baru setelah Bumi keluar dari fase resonansi tersebut dan durasi hari perlahan mendekati 24 jam, produksi oksigen meningkat drastis. Tambahan waktu siang memungkinkan fotosintesis berlangsung lebih lama dan lebih intens, membuka jalan bagi kemunculan kehidupan kompleks di planet ini.

Meski peristiwa tersebut terjadi miliaran tahun lalu, rotasi Bumi hingga kini masih terus berubah. Data dari jam atom menunjukkan panjang hari modern dapat berfluktuasi dalam hitungan milidetik, dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, laut, serta pergerakan logam cair di inti Bumi.

Penelitian sebelumnya juga mencatat adanya osilasi rutin setiap 5,9 tahun, serta lonjakan mendadak yang berkaitan dengan perubahan medan magnet Bumi atau fenomena geomagnetic jerks.

Para ilmuwan menilai temuan ini berpotensi mengubah pemahaman tentang dinamika inti fluida Bumi. Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa mantel bawah Bumi memiliki daya hantar listrik yang rendah, sehingga membatasi interaksi antara inti dan mantel planet.

Penelitian ini membuka jendela baru untuk memahami proses terdalam Bumi—sebuah misteri besar yang masih terus digali oleh ilmu kebumian modern. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lindungi Hak Anak, Dinsos Pontianak Edukasi Siswa SMP Agar Tak Tersangkut Kasus Hukum

    Lindungi Hak Anak, Dinsos Pontianak Edukasi Siswa SMP Agar Tak Tersangkut Kasus Hukum

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat benteng perlindungan terhadap generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang digelar di SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 5 Kota Pontianak pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari misi besar pemenuhan hak anak guna mempertegas status Pontianak […]

  • Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    Dokter Richard Lee Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 12 Tahun Penjara dalam Kasus Kesehatan dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Kepolisian Republik Indonesia secara resmi membeberkan pasal-pasal hukum yang dikenakan kepada Dokter Richard Lee, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Reonald Simanjuntak menjelaskan bahwa penyidik menjerat Richard Lee dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang […]

  • Adu Kecepatan di Sungai Selimbau! Sukardi Resmi Buka Lomba Sampan Bidar 8 Pekayuh Bupati Cup 2026

    Adu Kecepatan di Sungai Selimbau! Sukardi Resmi Buka Lomba Sampan Bidar 8 Pekayuh Bupati Cup 2026

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Perairan Kecamatan Selimbau kembali bergejolak oleh semangat sportivitas para pendayung. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, secara resmi membuka Open Tournament Lomba Sampan Bidar Tradisional 8 Pekayuh Putra Bupati Cup Kecamatan Selimbau Tahun 2026, Sabtu (17/1/2026). Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan Anggota DPRD Kapuas Hulu, Kepala OPD, unsur TNI-Polri, […]

  • Banjir Landak: Air di Serimbu Nyaris Seatap Rumah, Ngabang Siaga Satu

    Banjir Landak: Air di Serimbu Nyaris Seatap Rumah, Ngabang Siaga Satu

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Hendri M
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Sebuah video amatir warga merekam momen mengerikan saat banjir bandang menerjang Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak pada Sabtu (10/1/2026). Dalam rekaman tersebut, ketinggian air bah terlihat sangat ekstrem, bahkan dilaporkan hampir mencapai selevel atap rumah warga setempat. Meski kondisi di wilayah hulu kini mulai berangsur surut pada Senin siang (12/1/2026), ancaman […]

  • Mutasi Besar Polda Kalbar Dari Kapolresta Pontianak sampai Kabid Humas, Cek Daftar Lengkap Pejabat Barunya!

    Mutasi Besar Polda Kalbar Dari Kapolresta Pontianak sampai Kabid Humas, Cek Daftar Lengkap Pejabat Barunya!

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Gerbong mutasi di tubuh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) resmi bergulir. Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto, memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran di Balai Kemitraan Polda Kalbar, Senin (5/1/2026). Rotasi besar-besaran ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1781/XII/KEP/2025 yang bertujuan […]

  • Sahur On The Road IMI Kalbar 2026: Ribuan Bikers Pontianak Berbagi Sembako dan Kampanye Anti Balap Liar

    Sahur On The Road IMI Kalbar 2026: Ribuan Bikers Pontianak Berbagi Sembako dan Kampanye Anti Balap Liar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Suasana dini hari di jantung Kota Pontianak tampak berbeda pada Minggu (8/3/2026). Ribuan pengendara motor dari 83 klub yang tergabung dalam Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Barat memadati kawasan Alun-Alun Kapuas untuk mengikuti kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Tak sekadar berkumpul dan berkeliling kota, aksi tahunan di bulan Ramadan ini diisi dengan […]

expand_less