Proyek Sanitasi Modern SPALD-T Pontianak Siap Konstruksi, Target 16 Ribu Rumah Tangga
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
- print Cetak

Maket site plan pembangunan SPALDT Martapura. | Proyek Sanitasi Modern SPALD-T Pontianak Siap Konstruksi, Target 16 Ribu Rumah Tangga. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Kota Pontianak bersiap melakukan lompatan besar dalam pengelolaan lingkungan melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di Gang Martapura, Kelurahan Benua Melayu Laut, dan memastikan persiapan fisik telah mencapai angka 95 persen, Selasa (6/1/2026).
Proyek strategis nasional ini dirancang untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan secara permanen dan meningkatkan derajat kesehatan warga melalui infrastruktur sanitasi modern.
Edi Kamtono menjelaskan bahwa pembangunan SPALD-T di Gang Martapura tidak hanya fokus pada pengolahan limbah, tetapi juga akan terintegrasi dengan penataan estetika kota. Kawasan ini nantinya akan didukung dengan pengembangan waterfront dan taman di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas 1.
“Secara umum 95 persen sudah aman dari sisi lahan dan prasarana. Area ini juga akan kita percantik dengan penataan waterfront dan taman, sehingga infrastruktur limbah tidak berkesan kumuh,” jelas Edi usai meninjau lokasi.
Target 16 Ribu Sambungan Rumah Tangga
SPALD-T merupakan sistem mutakhir yang menyalurkan air limbah rumah tangga melalui jaringan perpipaan menuju instalasi pengolahan khusus. Setelah diproses hingga aman bagi lingkungan, air tersebut baru dibuang ke badan air.
Program besar ini direncanakan akan melayani hingga 16.000 sambungan rumah tangga di Kota Pontianak. Selain di Gang Martapura, titik pembangunan lainnya juga terletak di Nipah Kuning, Kelurahan Sungai Jawi Luar.
“Target tahun ini pekerjaan fisik akan mulai dilaksanakan secara bertahap. Ini adalah bagian dari target sanitasi modern guna mewujudkan kota yang lebih bersih dan sehat,” tambahnya.
Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan publik yang berkelanjutan. Dengan adanya SPALD-T, risiko pencemaran air tanah akibat limbah domestik dapat ditekan secara signifikan.
“Kita berharap proyek ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung. Ini adalah bukti komitmen kita dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui infrastruktur yang berkelanjutan,” pungkas Edi Kamtono.
Pembangunan fisik yang dimulai tahun ini menjadi tonggak baru bagi Pontianak dalam menyejajarkan diri dengan kota-kota modern dunia yang telah menerapkan sistem pengolahan limbah terpusat.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar