Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » News » LBH Kapuas Raya Ungkap Dugaan Penipuan Dokumen Pekerja oleh Kontraktor PLTU Sukabangun Ketapang

LBH Kapuas Raya Ungkap Dugaan Penipuan Dokumen Pekerja oleh Kontraktor PLTU Sukabangun Ketapang

  • account_circle Tim
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Dugaan skandal serius menyelimuti operasional PT Limas Anugrah Steel (LAS) selaku kontraktor bidang kebersihan di PLTU Sukabangun Ketapang. Perusahaan ini diduga melakukan penipuan terhadap pekerjanya melalui penggunaan dokumen BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikat jasa konstruksi yang tidak valid.

Dugaan ini mencuat setelah terjadinya kecelakaan kerja maut yang menewaskan dua warga Sukabangun, yakni Rianto (35) dan Joni (38), saat membersihkan debu sisa batu bara di dalam cerobong asap PLTU pada Rabu, 21 Januari 2026 lalu.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kapuas Raya Indonesia (KRI), yang kini resmi menjadi pendamping hukum ahli waris korban, membeberkan sejumlah temuan mengejutkan terkait legalitas perusahaan tersebut di Ketapang pada Sabtu (24/01/2026).

Advokat LBH KRI, Jaka Irawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelusuran timnya, kartu BPJS Ketenagakerjaan atas nama almarhum diduga kuat tidak terdaftar secara resmi di sistem BPJS.

“Kartu BPJS Ketenagakerjaan atas nama almarhum diduga tidak terdaftar. Sertifikat jasa konstruksi yang dipakai perusahaan itu pun atas nama pihak lain. Ini menurut kami pelanggaran serius,” kata Jaka Irawan.

Jaka menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi langsung ke kantor BPJS Ketapang serta pemeriksaan secara daring. Hasilnya menunjukkan tanda tangan elektronik pada dokumen sertifikat perusahaan tidak dapat diakses maupun diverifikasi.

Temuan ini menunjukkan adanya potensi pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 serta Peraturan Menteri Nomor 44 Tahun 2015 mengenai kewajiban pemberian jaminan sosial bagi pekerja.

Senada dengan Jaka, Edi Sitepu dari LBH KRI menambahkan bahwa PT Limas Anugrah Steel juga diduga sengaja tidak memperjelas status hubungan kerja para karyawannya.

Perusahaan dilaporkan tidak membuat dokumen perjanjian kerja resmi, baik dalam sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Selain itu, sistem pengupahan yang diterapkan oleh pihak kontraktor juga dipertanyakan karena tidak mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang sah.

“Apabila seluruh dugaan tersebut terbukti, maka secara hukum tanggung jawab pemberian seluruh manfaat beralih sepenuhnya kepada perusahaan,” tegas Edi Sitepu.

LBH KRI memastikan akan terus mengawal kasus ini guna memastikan hak-hak korban dan ahli waris terpenuhi secara penuh, termasuk menuntut pertanggungjawaban hukum yang tegas bagi semua pihak yang terlibat.

Sementara itu, perwakilan PT LAS di Ketapang berinisial Andar dilaporkan tetap bungkam dan tidak memberikan jawaban saat dihubungi oleh tim media terkait konfirmasi dugaan dokumen bodong tersebut.

Insiden ini sebelumnya telah menelan korban jiwa saat material abu di dalam cerobong runtuh mendadak. Dua pekerja yang berada di posisi paling bawah tertimbun material berat, sementara dua rekan lainnya berhasil selamat meski sempat tertimbun hingga batas leher.

  • Penulis: Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalahkan Lampung, Kota Pontianak Raih Peringkat 1 Pemanfaatan E-Kinerja BKN 2025

    Kalahkan Lampung, Kota Pontianak Raih Peringkat 1 Pemanfaatan E-Kinerja BKN 2025

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Pemerintah Kota Pontianak kembali mengukuhkan dominasinya dalam transformasi digital birokrasi. Berdasarkan data terbaru Kantor Regional (Kanreg) V Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kota Pontianak sukses menempati peringkat pertama dalam daftar 10 Instansi Tertinggi Pemanfaatan Aplikasi E-Kinerja BKN Tahun 2025. Kota Khatulistiwa mencatatkan persentase fantastis sebesar 99,36 persen, sebuah angka yang mencerminkan kedisiplinan hampir seluruh […]

  • Polres Kubu Raya Segel 9 Hektare Lahan Karhutla di Desa Punggur Kecil

    Polres Kubu Raya Segel 9 Hektare Lahan Karhutla di Desa Punggur Kecil

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubu Raya mengambil langkah tegas dengan memasang garis polisi (police line) di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Jalan Parit Buluh, Serdam, Desa Punggur Kecil, pada Jumat (23/1/2026). Penyegelan ini dilakukan untuk menjaga status quo tempat kejadian perkara (TKP) guna mendukung proses penyelidikan intensif dalam […]

  • Gunakan Dana IJD Rp20 Miliar, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Pastikan Jalan Pengkadan Segera Mulus

    Gunakan Dana IJD Rp20 Miliar, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan Pastikan Jalan Pengkadan Segera Mulus

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, meninjau langsung pengerjaan peningkatan ruas jalan Simpang Menendang – Temenang di Kecamatan Pengkadan pada Minggu (15/2/2026). Proyek infrastruktur ini menelan anggaran sebesar Rp20 miliar dengan total penanganan sepanjang 3,5 kilometer. Bupati yang akrab disapa Sis ini menjelaskan bahwa peningkatan jalan tersebut menggunakan dana APBN yang bersumber dari Inpres […]

  • Ekspor 103 Ton Pekawai via PLBN Entikong: Primadona Baru Pengganti Durian

    Ekspor 103 Ton Pekawai via PLBN Entikong: Primadona Baru Pengganti Durian

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Berakhirnya musim durian ternyata tidak menyurutkan geliat ekonomi di beranda depan negara, khususnya di wilayah perbatasan Entikong. Seiring meredanya pengiriman “Si Raja Buah”, kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru. Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan ekspor yang sangat signifikan sepanjang Januari 2026 melalui Pos Lintas Batas […]

  • Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    Kepergok Bawa Jala dan Hasil Curian, Dua Pencuri Buah di Gang Srikaya Jeruju Diamankan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Personel Polresta Pontianak berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga sebagai spesialis pencurian buah dalam sebuah patroli malam rutin pada Minggu (25/1/2026). Kedua pelaku diringkus saat tengah melancarkan aksinya di kawasan Jalan Komodor Yos Sudarso (Jeruju), Gang Srikaya, Kecamatan Pontianak Barat. Penangkapan ini bermula dari kesiapsiagaan petugas yang tengah menyisir wilayah hukum Polresta […]

  • Operasi Subuh di Sungai Pawan Ketapang: Penyelundupan 600 Kayu Bulat Digagalkan

    Operasi Subuh di Sungai Pawan Ketapang: Penyelundupan 600 Kayu Bulat Digagalkan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan berhasil memutus rantai peredaran kayu ilegal skala besar di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam operasi senyap yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) dini hari, petugas mengamankan ratusan batang kayu bulat yang diselundupkan melalui jalur perairan. Tim menyergap sebuah rakit raksasa berisi kurang lebih 600 batang kayu bulat […]

expand_less