Rabu, 4 Mar 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » KPK Ingatkan Risiko Korupsi Jika Pilkada Dipilih DPRD: Transaksi Kekuasaan Mengintai

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Jika Pilkada Dipilih DPRD: Transaksi Kekuasaan Mengintai

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti bahaya laten korupsi dalam wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Lembaga antirasuah itu menilai pemusatan kewenangan pada segelintir elite politik justru membuka ruang transaksi kekuasaan yang sulit terpantau publik.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam Focus Group Discussion bertajuk Pilkada Melalui DPRD—Menyoal Biaya Tinggi Politik bersama Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

“Bagi KPK, yang paling penting bukan bagaimana kepala daerah dipilih, melainkan untuk siapa kekuasaan itu dijalankan,” kata Setyo.

Ia menggambarkan skema Pilkada melalui DPRD sebagai piramida terbalik. Dalam mekanisme itu, keputusan strategis ditentukan di ruang-ruang sempit—komisi, fraksi, dan sidang DPRD—oleh segelintir aktor politik, sementara dampaknya dirasakan oleh jutaan warga. Pola ini, menurut Setyo, rawan melahirkan state capture corruption, ketika kebijakan publik dikendalikan kepentingan tertentu dan fungsi pengawasan melemah.

“Kepala daerah berpotensi merasa berutang budi kepada DPRD, bukan kepada rakyat,” ujarnya.

Setyo menegaskan, selama diskresi politik terkonsentrasi dan akuntabilitas publik rendah, praktik korupsi akan terus berulang, apa pun sistem Pilkada yang diterapkan. Menurut dia, meski pemilihan melalui DPRD mempersempit jumlah pengambil keputusan, justru di situlah peluang transaksi kekuasaan membesar.

“Keputusan ada di ruang komisi, ruang fraksi, ruang DPRD, hingga ruang sidang. Dari perspektif kami, ini meningkatkan risiko transaksi politik,” kata Setyo.

KPK mencatat akar persoalan korupsi kepala daerah—baik dalam sistem pemilihan langsung maupun tidak langsung—bermuara pada politik biaya tinggi. Praktik tersebut mendorong ijon politik kepada donatur dan pemodal. Namun, Setyo menilai Pilkada langsung masih menyediakan ruang koreksi publik yang lebih luas.

“Pilkada langsung memang tidak kebal dari korupsi, tetapi memberi ruang pengawasan publik yang jauh lebih besar,” ucapnya.

Dalam diskusi yang sama, akademisi Otonomi Daerah Indonesia Djohermansyah Djohan menyoroti celah konstitusional dalam frasa “dipilih secara demokratis” yang digunakan untuk pemilihan kepala daerah. Frasa itu berbeda dengan pemilihan presiden yang secara tegas mewajibkan pemilihan langsung oleh rakyat.

“Seharusnya disebut dipilih secara langsung oleh rakyat. Tapi yang digunakan adalah frasa dipilih secara demokratis, sehingga membuka ruang tafsir,” kata Djohan.

Melalui forum tersebut, KPK menegaskan reformasi sistem Pilkada seharusnya tidak semata didorong alasan efisiensi biaya. Perubahan mekanisme, menurut KPK, mesti berpijak pada nilai ideologis kekuasaan yang bersih, bebas dari intervensi cukong politik, dan berpihak pada kepentingan publik. Diskusi ini turut dihadiri Sekretaris Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati beserta jajaran partai. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Makam di Pontianak Kian Kritis, Edi Kamtono Lirik Kawasan RTH hingga Luar Kota

    Lahan Makam di Pontianak Kian Kritis, Edi Kamtono Lirik Kawasan RTH hingga Luar Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kota Pontianak kini menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan lahan pemakaman yang kian menipis. Seiring pertumbuhan penduduk yang pesat, mayoritas lahan makam yang ada saat ini—yang umumnya berstatus tanah wakaf—telah terisi penuh. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bergerak cepat mencari solusi jangka panjang. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa keterbatasan […]

  • Abrasi Pantai Matang Danau Paloh Kian Ganas, Jembatan Vital Nyaris Roboh

    Abrasi Pantai Matang Danau Paloh Kian Ganas, Jembatan Vital Nyaris Roboh

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Tak ingin membuang waktu, usai menuntaskan agenda di Kecamatan Jawai, Bupati Sambas Satono bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi langsung meluncur menuju Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Selasa (13/1/2026). Kunjungan mendadak ini merupakan respons kilat atas laporan masyarakat mengenai kian ganasnya abrasi yang mengancam pemukiman dan tempat usaha warga. Kondisi di lapangan menunjukkan […]

  • LBH Kapuas Raya Ungkap Dugaan Penipuan Dokumen Pekerja oleh Kontraktor PLTU Sukabangun Ketapang

    LBH Kapuas Raya Ungkap Dugaan Penipuan Dokumen Pekerja oleh Kontraktor PLTU Sukabangun Ketapang

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Dugaan skandal serius menyelimuti operasional PT Limas Anugrah Steel (LAS) selaku kontraktor bidang kebersihan di PLTU Sukabangun Ketapang. Perusahaan ini diduga melakukan penipuan terhadap pekerjanya melalui penggunaan dokumen BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikat jasa konstruksi yang tidak valid. Dugaan ini mencuat setelah terjadinya kecelakaan kerja maut yang menewaskan dua warga Sukabangun, yakni Rianto (35) […]

  • Skuad Lengkap JLM Proliga 2026 Bertabur Bintang: Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana Menuai Sorotan

    Skuad Lengkap JLM Proliga 2026 Bertabur Bintang: Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana Menuai Sorotan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Menjelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi voli tanah air, Bank Mandiri resmi meluncurkan skuad voli putri Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) untuk mengarungi Proliga 2026. Kehadiran wajah-wajah populer yang dikenal memiliki kemampuan mumpuni sekaligus paras menawan, seperti Yolla Yuliana dan Arimbi Syifana, menjadi daya tarik utama tim berkode emiten BMRI ini. Peluncuran yang dilakukan […]

  • Kapal Feri Bardan-Siantan Kembali Beroperasi, Mobil Barang dan Truk Masih Dilarang Melintas

    Kapal Feri Bardan-Siantan Kembali Beroperasi, Mobil Barang dan Truk Masih Dilarang Melintas

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Kabar baik bagi warga Kota Khatulistiwa, kapal feri penyeberangan lintas Bardan-Siantan resmi kembali beroperasi mulai Selasa (24/2/2026). Layanan ini kembali hadir untuk memudahkan mobilitas warga yang ingin menyeberangi Sungai Kapuas, baik dari arah Jalan Bardan Nadi maupun dari arah Siantan. Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, mengonfirmasi bahwa kapal feri KMP […]

  • Perjuangan Tim Gabungan Sanggau Evakuasi 2 Jenazah Menembus Banjir Beduai

    Perjuangan Tim Gabungan Sanggau Evakuasi 2 Jenazah Menembus Banjir Beduai

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Teodardus
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Bencana banjir yang memutus akses Jalan Raya Malindo di Kecamatan Beduai tidak menyurutkan semangat kemanusiaan aparat dan warga. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD harus bertaruh tenaga menembus kepungan air setinggi 1,5 meter demi memulangkan dua jenazah warga Kecamatan Entikong ke rumah duka, Minggu pagi (11/1/2026). Proses evakuasi yang penuh rintangan ini […]

expand_less