Makna Tarhib Ramadan 3 Persiapan Penting Melapangkan Hati
- account_circle Anisa
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- print Cetak

Makna Tarhib Ramadan 3 Persiapan Penting Melapangkan Hati (Foto : Mohamed Hassan dari Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyak dari kita sering mengikuti acara “Tarhib Ramadan”, namun belum memahami makna mendalam di baliknya. Dalam ceramahnya di kanal Ceritaku Ceritamu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata Tarhib berasal dari akar kata Rahaba yang berarti lapang atau luas.
Tarhib Ramadan adalah upaya untuk melapangkan jiwa dan meluaskan hati dalam menyambut bulan suci. Ustaz Adi memberikan perumpamaan sebuah gelas:
“Jika hati kita sempit dan penuh dengan urusan dunia atau penyakit hati, maka akan sulit diisi dengan perintah-perintah Allah. Namun, jika hati sudah dilapangkan (Tarhib), maka saat perintah salat, sabar, dan menahan amarah datang saat Ramadan, kita sudah siap menerimanya dengan nyaman.”
Inilah mengapa saat Ramadan tiba, kita mengucapkan “Marhaban ya Ramadan”, yang artinya: “Selamat datang, hati saya sudah luas dan siap menerima segala titah Allah selama satu bulan penuh.”
Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat sudah bersiap sejak bulan Sya’ban. Berikut adalah tiga hal singkat yang harus kita siapkan:
-
Memperbanyak Doa
Kita harus sadar bahwa ajal tidak ada yang tahu. Banyak-banyaklah berdoa agar Allah menyampaikan usia kita ke bulan Ramadan dalam keadaan sehat dan iman yang kuat. Ustaz Adi juga mengingatkan untuk berhati-hati terhadap hadis-hadis palsu atau mungkar mengenai doa bulan Rajab/Sya’ban, dan menyarankan untuk fokus pada doa memohon kekuatan iman.
-
Berlatih Puasa Sunnah
Berdasarkan hadis Aisyah RA, Rasulullah SAW paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Ini adalah bentuk pelatihan fisik dan mental (Tarhib) agar saat masuk Ramadan, tubuh kita sudah terbiasa dengan ritme ibadah puasa.
-
Merencanakan Amalan Spesifik
Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa rencana. Ustaz Adi menyarankan tiga amalan fokus yang diambil dari hadis riwayat Al-Bukhari nomor 1803:
- Interaksi dengan Al-Qur’an: Bukan sekadar mengejar target khatam yang banyak namun salah bacaannya, melainkan mengutamakan bacaan yang benar dan berkualitas.
- Memperbanyak Sedekah: Melatih sifat kedermawanan seperti para sahabat yang dijanjikan surga.
- Muhasabah (Introspeksi Diri): Melakukan evaluasi diri agar kita tahu dosa apa yang ingin kita bertaubat darinya di bulan pengampunan nanti.
Ustaz Adi Hidayat berpesan agar kita tidak merusak persiapan Ramadan dengan mencela orang lain atau mencela para sahabat Nabi. Kebahagiaan para sahabat saat menyambut Ramadan adalah karena hati mereka yang sudah lapang (Rahaba). Mari kita contoh semangat mereka dengan meningkatkan ilmu dan kesungguhan ibadah mulai dari sekarang.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: https://youtu.be/iBYuXj9v7qY?si=RgaQIEsNvUS7joRC

Saat ini belum ada komentar