Kisah Bidan Dini Terima SK P3K Pontianak Setelah Tiga Tahun Mengabdi: Alhamdulillah, Rezeki Saya di Sini
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- print Cetak

Kisah Bidan Dini Terima SK P3K Pontianak Setelah Tiga Tahun Mengabdi: Alhamdulillah, Rezeki Saya di Sini. (Foto: Fb)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Gurat kebahagiaan terpancar dari wajah Dini Alfianita. Bidan yang telah tiga tahun mendedikasikan dirinya di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak ini akhirnya resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai P3K Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Jumat (2/1/2026).
Bagi Dini, momen ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan jawaban atas penantian panjang mengenai kepastian status pekerjaannya.
“Alhamdulillah bersyukur sekali, ternyata rezeki saya ada di sini,” ujarnya dengan nada haru usai menerima SK di halaman kantor BKPSDM Kota Pontianak.
Dini merupakan satu dari 86 pegawai yang beruntung menerima SK pengangkatan hari itu. Berdasarkan data dari BKPSDM, rincian penerima SK terdiri dari 60 tenaga teknis, tujuh tenaga pendidik, dan 19 tenaga kesehatan. Kehadiran mereka diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pelayanan Pemkot Pontianak kepada masyarakat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang hadir memimpin kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengangkatan ini merupakan amanah undang-undang. Ia berharap perubahan status ini diikuti dengan peningkatan kualitas kinerja.
“Saya berharap bapak ibu bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan,” pesan Edi kepada para penerima SK.
Memasuki tahun 2026, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan di Kota Pontianak semakin kompleks. Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat ekonomi dan pendidikan, jumlah penduduk terus bertambah sementara lahan tetap terbatas. Kondisi ini memicu berbagai persoalan kota yang memerlukan penanganan sigap dari para ASN.
“ASN Pemkot tidak hanya melayani warga kota, namun juga tamu-tamu yang berkunjung,” sebutnya.
Edi meminta seluruh jajarannya, termasuk P3K yang baru dilantik, untuk memiliki respons cepat di lapangan. Ia tidak ingin masyarakat yang membutuhkan bantuan harus menunggu lama karena birokrasi yang berbelit.
“Para ASN harus aktif berpartisipasi dan peduli terhadap lingkungan. Selama itu sesuai aturan, tidak perlu ragu untuk mengambil keputusan di lapangan,” pungkasnya.
Dengan status baru ini, para pegawai diharapkan mampu bekerja lebih profesional dan inovatif demi mendukung visi Pontianak sebagai kota yang maju, sejahtera, dan humanis di masa depan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar