Kawal PSN Smelter Alumina Kalbar, Norsan Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Tenaga Kerja Lokal
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- print Cetak

Gubernur Kalbar Ria Norsan hadiri konsultasi publik perubahan PSN Smelter Alumina. Fokus pada hilirisasi, pelestarian lingkungan, dan penyerapan tenaga kerja lokal. (Foto: Adp.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terkait perubahan daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (18/2/2026).
Forum strategis ini membahas sinkronisasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu di wilayah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak agar selaras dengan target pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Gubernur Ria Norsan menyatakan optimisme tinggi bahwa kehadiran PSN ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kalimantan Barat. Proyek ini melibatkan kolaborasi perusahaan raksasa seperti PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Bukit Asam Tbk, PT PLN (Persero), hingga PT Aneka Tambang Tbk.
“Proyek ini akan membantu meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat, terutama di Mempawah dan Landak. Ini momentum penting dalam mendorong hilirisasi serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam kita,” ujar Ria Norsan.
PSN ini diproyeksikan menjadi pengungkit pencapaian target pertumbuhan ekonomi Kalbar tahun 2026 yang dipatok pada kisaran 5,19 hingga 6,17 persen. Namun, di balik potensi investasi besar tersebut, Norsan memberikan catatan tegas mengenai kelestarian alam.
“Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, seperti tata ruang, dampak kawasan hutan, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan reboisasi pascatambang. Kami mohon perusahaan benar-benar memperhatikan hal ini,” tegasnya.
Isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama Gubernur. Dengan angka sektor pertanian yang masih mendominasi pekerjaan warga sebesar 41,44%, kehadiran industri manufaktur diharapkan mampu menyerap pengangguran dan meningkatkan keterampilan warga lokal.
Norsan meminta perusahaan memprioritaskan penduduk setempat untuk mengisi posisi-posisi strategis, bukan sekadar buruh kasar.
“Kami minta masyarakat setempat diutamakan. Penduduk kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi pekerja terampil, bahkan manajer di perusahaan tersebut,” harapnya.
Berdasarkan usulan perubahan Permenko Nomor 12 Tahun 2024, proyek di Mempawah akan mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sisa hasil pemurnian (SGAR 1 dan SGAR 2) oleh PT BAI. Selain itu, pembangunan Smelter Aluminium oleh PT Inalum dan penyediaan pembangkit listrik oleh PT PLN serta PT Bukit Asam menjadi prioritas pendukung operasional.
Rantai pasok bauksit ini juga akan mengintegrasikan kegiatan penambangan dan jalur pengangkutan di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak oleh PT ANTAM Tbk. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kalimantan Barat bersiap menjadi pusat hilirisasi aluminium nasional yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar