Waspada! Pasang Laut Januari 2026 Diprediksi 2 Meter, Pemkot Pontianak Siagakan Posko Rob
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- print Cetak

Petugas dari Dinas PUPR Kota Pontianak tengah membersihkan drainase dan saluran air sebagai upaya mengantisipasi banjir rob. | Waspada! Pasang Laut Januari 2026 Diprediksi 2 Meter, Pemkot Pontianak Siagakan Posko Rob. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meningkatkan status kewaspadaan menghadapi potensi banjir rob yang diprediksi mencapai puncaknya pada Januari 2026. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG, ketinggian pasang air laut bulan ini diperkirakan menembus angka dua meter.
Level pasang ini tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan Desember lalu yang berada di kisaran 1,8 meter. Mengingat kenaikan air tersebut berpotensi menggenangi pemukiman, Pemkot meminta masyarakat, khususnya yang berada di kawasan bantaran Sungai Kapuas, untuk bersiap sejak dini.
“Terutama rumah-rumah yang sebelumnya sempat terendam, agar pengalaman kemarin bisa menjadi pelajaran untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang sama,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Sabtu (3/1/2026).
Selain mengimbau warga mengamankan barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga, Wali Kota memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan jiwa. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak agar tidak bermain di area saluran air atau parit saat genangan terjadi.
“Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Orang tua harus lebih ketat mengawasi anak-anak, terutama yang belum bisa berenang. Jangan biarkan mereka bermain di area yang berpotensi berbahaya, jangan sampai lengah,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Pemkot Pontianak telah menyiagakan sejumlah posko kesiapsiagaan di titik-titik rawan banjir. Kawasan Nipah Kuning, Pontianak Utara, dan Pontianak Timur menjadi fokus utama karena letaknya yang berada di pinggiran Sungai Kapuas.
Posko-posko ini berfungsi mempercepat respons bantuan jika terjadi kenaikan air yang drastis sekaligus mempermudah koordinasi penanganan darurat bagi warga terdampak.
Tak hanya itu, upaya preventif berupa pembersihan saluran drainase secara masif terus dilakukan di berbagai lokasi. Pembersihan rutin ini bertujuan memastikan aliran air lancar sehingga genangan dapat lebih cepat surut jika pasang laut terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi.
Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa kesuksesan mitigasi bencana ini bergantung pada kolaborasi antara petugas dan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih.
“Pemerintah sudah bersiaga, namun masyarakat juga harus waspada dan mengikuti imbauan. Dengan kesiapan bersama, kita berharap dampak banjir rob dapat diminimalisir,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar