Puncak Banjir Rob Pontianak Tembus 2 Meter, Wali Kota Edi Kamtono: Arusnya Deras, Naik Tajam Tiap Pagi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- print Cetak

Puncak Banjir Rob Pontianak Tembus 2 Meter, Wali Kota Edi Kamtono: Arusnya Deras, Naik Tajam Tiap Pagi | Puncak Banjir Rob Pontianak Tembus 2 Meter, Wali Kota Edi Kamtono: Arusnya Deras, Naik Tajam Tiap Pagi. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Masyarakat Kota Pontianak, khususnya yang bermukim di tepian Sungai Kapuas, diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG, puncak banjir rob dengan ketinggian mencapai dua meter diprediksi berlangsung hingga 7 Januari 2026.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan pola kenaikan air yang sangat spesifik, di mana luapan air paling signifikan terjadi pada pagi hari.
Edi menjelaskan bahwa fenomena banjir rob kali ini memiliki karakteristik arus yang cukup deras dengan grafik kenaikan dan penurunan air yang tajam. Puncak ketinggian air terpantau terjadi pada jendela waktu yang singkat di pagi hari.
“Berdasarkan data, puncak pasang terjadi pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, air mulai berangsur surut dengan penurunan yang cukup cepat,” ujar Edi Rusdi Kamtono, Senin (5/1/2026).
Meskipun pada pagi hari air naik hingga menyentuh angka dua meter di atas permukaan laut, Wali Kota menyebut bahwa pada siang hingga sore hari kondisi cenderung lebih stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan.
Pemerintah Kota Pontianak menaruh perhatian serius pada potensi cuaca ekstrem yang bisa memperparah dampak rob. Pengalaman banjir rob pada awal Desember lalu menjadi catatan penting, di mana air pasang yang dibarengi hujan lebat menyebabkan genangan lebih tinggi dan lama surut.
“Yang kita khawatirkan adalah jika saat pasang terjadi hujan lebat disertai angin kencang, karena dapat membuat air semakin tinggi,” tegas Edi.
Mengingat puncak rob diprediksi masih akan berlangsung hingga Rabu (7/1/2026), Edi mengimbau warga di kawasan rendah dan bantaran sungai untuk tetap siaga. Masyarakat diminta mengamankan barang-barang elektronik dan peralatan rumah tangga dari potensi genangan air pagi hari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi potensi dampak banjir rob,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Pemkot Pontianak terus menyiagakan personel untuk memantau titik-titik rawan genangan guna memastikan aktivitas warga tetap berjalan lancar meski di tengah ancaman pasang air laut.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Prokopim

Saat ini belum ada komentar