Update Banjir Sanggau: Entikong dan Noyan Mulai Kering, Wilayah Beduai Masih Siaga Genangan 70 CM
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- print Cetak

Update Banjir Sanggau: Entikong dan Noyan Mulai Kering, Wilayah Beduai Masih Siaga Genangan 70 CM. (Foto: Humas Polres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com – Setelah sempat melumpuhkan aktivitas di beberapa titik, bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Sanggau mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan monitoring terbaru Polres Sanggau pada Sabtu (10/1/2026), wilayah Entikong dan Noyan dilaporkan sudah surut sepenuhnya, meski kewaspadaan di wilayah hilir seperti Beduai dan Sekayam tetap ditingkatkan.
Kabar melegakan datang dari Kecamatan Entikong. Desa Suruh Tembawang, Pala Pasang, dan Semanget yang sebelumnya terendam parah kini sudah kering. Warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah untuk mulai membersihkan sisa lumpur, dan roda ekonomi perbatasan mulai berputar normal. Hal serupa terjadi di Kecamatan Noyan (Dusun Noyan dan Entubu) yang kini dinyatakan aman 100 persen.
Berbeda dengan Entikong, Kecamatan Beduai masih berjuang melawan genangan. Di Dusun Beduwai, ketinggian air terpantau masih berada di angka 70 sentimeter, merendam sekitar 60 rumah warga.
Akses transportasi juga masih terhambat. Jalan Raya Malindo di Dusun Beduwai terendam air setinggi 50 cm. Akibatnya, kendaraan roda dua (motor) belum bisa melintas, sementara kendaraan besar roda empat dan enam masih dapat lewat dengan ekstra hati-hati.
Di Kecamatan Sekayam, wilayah Balai Karangan II dan I yang sempat terendam lebih dari satu meter kini mulai surut bertahap. Meski ratusan rumah dan tempat ibadah sempat terdampak, debit air Sungai Sekayam dilaporkan terus menurun secara perlahan pada Sabtu siang.
Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, menegaskan bahwa meskipun air mulai surut, personel kepolisian tetap disiagakan di titik-titik rawan. Penurunan debit air di hulu bukan berarti ancaman berakhir, terutama jika curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Keselamatan warga tetap prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan relawan. Kami imbau masyarakat di bantaran Sungai Sekayam jangan lengah, segera lapor jika debit air naik tiba-tiba,” tegas AKBP Sudarsono.
Polres Sanggau juga memberikan atensi khusus pada infrastruktur yang rusak akibat banjir, seperti jembatan gantung di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, yang kini kondisinya membahayakan keselamatan warga.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar