Polri Kerahkan 1.105 Personel DVI dan Tenaga Medis Identifikasi Korban Bencana Sumatra
- account_circle Pontianak Metro
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- print Cetak

Polri mengerahkan 1.105 personel DVI dan tenaga kesehatan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Foto: Divisi Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kekuatan besar dalam misi kemanusiaan pascabencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 1.105 personel yang terdiri dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan tenaga kesehatan diterjunkan untuk mempercepat identifikasi korban meninggal dunia sekaligus memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak.
Astamaops Kapolri Komjen Pol Fadil Imran menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat saat menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
“Kami mengerahkan 1.105 personel dari tim kesehatan dan DVI untuk membantu proses identifikasi korban serta memberikan pelayanan medis langsung di lokasi bencana,” ujar Fadil saat Rilis Akhir Tahun Polri 2025 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Tak hanya mengirim personel, Polri juga menyalurkan 51 unit ambulans ke wilayah terdampak. Armada ini digunakan untuk mempercepat evakuasi korban serta mendukung proses pemulihan kondisi masyarakat. “Ini adalah sisi humanis Polri, memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian saat menghadapi musibah,” tegas Fadil.
Menurutnya, tim pelayanan kesehatan Polri bekerja 24 jam nonstop di posko-posko bencana. Hingga saat ini, 37.867 warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menerima layanan medis gratis dari personel Polri.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa Polri juga menggelar 1.217 kegiatan bakti kesehatan di berbagai wilayah terdampak bencana.
“Sebanyak 403.658 masyarakat telah terlayani, termasuk dalam misi kemanusiaan di luar negeri. Untuk operasi DVI, tingkat keberhasilan identifikasi korban mencapai 96 persen dalam periode 2023 hingga 2025,” jelas Agus.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (30/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana alam di tiga provinsi tersebut mencapai 1.141 orang. Selain itu, masih terdapat 399 pengungsi yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian.
Sinergi antara tim DVI, tenaga medis, serta dukungan logistik Polri diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana, sekaligus memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga korban di tengah masa duka. (*/)
- Penulis: Pontianak Metro

Saat ini belum ada komentar