Rabu, 3 Jun 2026
Trending Tags
Beranda » Headline » Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Pontianak 2025, Dinkes Ingatkan Bahaya “Silent Killer”

Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Pontianak 2025, Dinkes Ingatkan Bahaya “Silent Killer”

  • account_circle Hms/Tim
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.Com — Tantangan kesehatan masyarakat di Kota Pontianak kini mengalami pergeseran signifikan. Bukan lagi penyakit infeksi, melainkan penyakit tidak menular yang berkaitan erat dengan pola hidup kini mendominasi kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, Hipertensi Esensial (darah tinggi) menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit yang ditangani Puskesmas di Kota Pontianak dengan total 54.409 kasus. Angka ini jauh melampaui kasus nasofaringitis akut (flu) di posisi kedua dengan 44.912 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menegaskan bahwa tingginya angka ini harus menjadi peringatan serius bagi warga untuk segera memperbaiki gaya hidup. Menurutnya, hipertensi sering kali disebut sebagai silent killer karena banyak penderita yang tidak menyadari kondisinya sampai terjadi komplikasi berat.

“Sekarang yang paling banyak adalah hipertensi. Berarti ini harus memperbaiki pola hidup, terutama konsumsi makanan tidak boleh berlebih, harus olahraga, istirahat cukup, dan kelola stres,” ujar Saptiko pada Selasa (31/3/2026).

Data 5 Besar Penyakit di Puskesmas Pontianak (2025)

1. Hipertensi Esensial: 54.409 Kasus
2. Nasofaringitis Akut (Flu): 44.912 Kasus
3. Dispepsia (Gangguan Lambung): 28.448 Kasus
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): 20.575 Kasus
5. Diabetes Melitus: 19.522 Kasus

Saptiko menambahkan, pengobatan hipertensi tidak bisa hanya mengandalkan obat-obatan kimia. Pasien wajib melakukan perubahan perilaku secara konsisten, mulai dari pengaturan gizi hingga aktivitas fisik yang rutin.

“Penyembuhannya satu, dia harus cek rutin tekanan darahnya, minum obat, dan mengubah perilaku hidup. Jangan sampai nanti sudah stroke baru tahu kalau darah tinggi,” jelasnya.

Memasuki awal tahun 2026, Dinas Kesehatan mencermati adanya tren kenaikan kasus hipertensi sekitar 10 persen. Fenomena ini mempertegas bahwa masalah kesehatan saat ini bukan lagi didominasi oleh infeksi kuman atau bakteri, melainkan akibat gaya hidup yang tidak sehat (konsumsi garam, gula, dan lemak berlebih).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Pontianak akan terus memperkuat program cek kesehatan gratis di berbagai titik. Deteksi dini dinilai sangat krusial agar penyakit ini tidak berkembang menjadi komplikasi fatal seperti gagal ginjal, penyakit jantung, hingga stroke.

“Masyarakat harus mengerti potensi penyakitnya lebih dini agar bisa dikelola dengan baik. Kami akan terus sosialisasikan pengendalian konsumsi garam dan pentingnya olahraga rutin,” pungkas Saptiko.

Sepanjang 2025, total 10 penyakit terbesar yang ditangani seluruh Puskesmas di Pontianak mencapai 235.275 kasus, di mana hipertensi menjadi kontributor utamanya.

  • Penulis: Hms/Tim
  • Editor: Abu Alif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian Sunyi PPSU Pontianak: Dari Sapu Jalan Hingga Panggilan ke Tanah Suci

    Pengabdian Sunyi PPSU Pontianak: Dari Sapu Jalan Hingga Panggilan ke Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Di balik predikat Pontianak sebagai kota yang bersih dan nyaman, ada tangan-tangan dingin yang bekerja dalam sunyi sebelum fajar menyingsing. Salah satunya adalah Satiman (54), seorang petugas penyapuan jalan yang telah mengabdikan dirinya selama 33 tahun untuk menjaga wajah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat ini tetap asri. Bagi Satiman, setiap ayunan sapu di […]

  • Lahan Makam di Pontianak Kian Kritis, Edi Kamtono Lirik Kawasan RTH hingga Luar Kota

    Lahan Makam di Pontianak Kian Kritis, Edi Kamtono Lirik Kawasan RTH hingga Luar Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Kota Pontianak kini menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan lahan pemakaman yang kian menipis. Seiring pertumbuhan penduduk yang pesat, mayoritas lahan makam yang ada saat ini—yang umumnya berstatus tanah wakaf—telah terisi penuh. Kondisi ini memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bergerak cepat mencari solusi jangka panjang. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengungkapkan bahwa keterbatasan […]

  • Siswa SMPN 3 Kubu Raya Lempar Bom Molotov, FKDM Kalbar: Alarm Keras Dunia Pendidikan

    Siswa SMPN 3 Kubu Raya Lempar Bom Molotov, FKDM Kalbar: Alarm Keras Dunia Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Peristiwa mengejutkan terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Kubu Raya. Seorang siswa di SMP Negeri 3 Kubu Raya nekat melakukan aksi pelemparan bom molotov pada Selasa (3/2/2026). Insiden ini langsung menjadi perhatian serius berbagai pihak dan dinilai sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan, terutama terkait pembinaan karakter serta kesehatan mental peserta didik. Ketua Forum […]

  • Memetakan Kerja Paksa dan Perbudakan Modern di Perkebunan Sawit, FGD Perlindungan Pekerja Dihadiri Wabup Susana

    Memetakan Kerja Paksa dan Perbudakan Modern di Perkebunan Sawit, FGD Perlindungan Pekerja Dihadiri Wabup Susana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Sanggau kini berada dalam pengawasan ketat pemerintah terkait isu kemanusiaan. Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyoroti potensi kerentanan buruh perkebunan terhadap praktik kerja paksa dan perbudakan modern. Hal tersebut ditegaskan Wabup Susana saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pemetaan Aktor Penguatan Mekanisme […]

  • Samer Weekend Siap Digelar, Pemkab Sanggau Jadikan Taman Sabang Merah Pusat Olahraga dan UMKM

    Samer Weekend Siap Digelar, Pemkab Sanggau Jadikan Taman Sabang Merah Pusat Olahraga dan UMKM

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Kom/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Pemerintah Kabupaten Sanggau tengah mematangkan persiapan untuk meluncurkan kegiatan Sabang Merah (Samer) Weekend. Agenda yang diproyeksikan menjadi ikon baru aktivitas publik ini direncanakan bakal dihelat pada Sabtu, 7 Februari 2026 mendatang di Kawasan Taman Sabang Merah, Kota Sanggau. Persiapan tersebut dibahas secara mendalam dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Babai Cinga’ Kantor Bupati […]

  • Dobrak Sekat! Satarudin Gandeng Band Indie dan UMKM di Final Open Turnamen Mini Soccer Pontianak

    Dobrak Sekat! Satarudin Gandeng Band Indie dan UMKM di Final Open Turnamen Mini Soccer Pontianak

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Sebuah terobosan baru dalam penyelenggaraan acara publik diperkenalkan oleh Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan olahraga (sport) kini idealnya harus digandeng dengan unsur hiburan (entertainment) dan pemberdayaan UMKM. Langkah kolaboratif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus wadah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur prestasi olahraga […]

expand_less