Senin, 26 Okt 2026
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang Aceh Tamiang

Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pembalakan Liar Pemicu Banjir Bandang Aceh Tamiang

  • account_circle Pontianak Metro
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PontianakMetro.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, untuk mengusut dugaan pembalakan liar dan kerusakan lingkungan yang diduga kuat menjadi pemicu banjir bandang di wilayah tersebut.

Penyelidikan difokuskan pada alur sungai yang membawa gelondongan kayu dalam jumlah besar hingga ke kawasan permukiman warga, menyebabkan kerusakan rumah serta fasilitas umum. Tim penyidik menelusuri kemungkinan adanya aktivitas ilegal di kawasan hulu sungai.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menjelaskan, pihaknya melakukan identifikasi dan pencocokan kayu-kayu yang ditemukan di sekitar Pesantren Darul Mukhlisin dengan kondisi hutan di wilayah hulu sungai.

“Kami mencocokkan kayu-kayu yang ada di lokasi terdampak dengan kondisi di daerah hulu untuk memastikan asal muasal material tersebut,” ujar Irhamni, Selasa (6/1/2026).

Selain temuan kayu gelondongan, tim Dittipidter juga menemukan sedimentasi dalam volume sangat tinggi di sejumlah titik terdampak. Kondisi ini dinilai memperparah dampak banjir hingga merusak bangunan warga dan fasilitas publik.

“Sedimentasi yang luar biasa di TKP Darul Mukhlisin dan sekitarnya menjadi salah satu faktor utama kerusakan rumah dan fasilitas umum di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Dalam pengembangan penyelidikan, tim Polri turut menelusuri wilayah Desa Pante Kera, Kabupaten Aceh Timur, hingga Kecamatan Simpang Jernih. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan debit air sungai yang tetap tinggi, curah hujan lebat, serta banyaknya kayu berserakan di sepanjang sungai dan badan jalan.

Irhamni menegaskan bahwa Kecamatan Simpang Jernih juga masuk dalam wilayah terdampak bencana. Dugaan sementara, sumber kerusakan lingkungan berasal dari kawasan hulu di Kampung Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, serta Desa Lokop, Kabupaten Aceh Timur.

“Identifikasi awal mengarah pada aktivitas pembukaan lahan di kawasan hutan lindung, termasuk hutan lindung serba guna dan hutan lindung Simpang Jernih. Kami tengah mengumpulkan alat bukti untuk meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, penyelidik juga mendalami dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait pembukaan lahan tanpa dokumen UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi memicu longsor dan banjir bandang.

“Pembukaan lahan yang legal wajib memiliki UKL-UPL. Di dalamnya diatur batasan kemiringan lahan. Area dengan kemiringan di atas 40 derajat tidak boleh dibuka karena berpotensi menimbulkan longsor dan sedimentasi,” jelas Irhamni.

Menurutnya, sedimentasi dari wilayah hulu menyebabkan sungai kehilangan daya tampung. Akibatnya, hujan dengan intensitas singkat sekalipun dapat memicu banjir besar di wilayah hilir, termasuk di kawasan Kuala Simpang.

“Lumpur dari hulu masuk ke rumah warga dan sungai mengalami pendangkalan parah. Inilah indikasi kuat adanya dugaan tindak pidana lingkungan hidup,” pungkas Irhamni. (*/)

  • Penulis: Pontianak Metro

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdana Dugaan Korupsi Nadiem Makarim Digelar! Hakim Sepakati Penggunaan KUHAP Baru

    Sidang Perdana Dugaan Korupsi Nadiem Makarim Digelar! Hakim Sepakati Penggunaan KUHAP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Pontianak Metro
    • 0Komentar

    PontianakMetro.com – Setelah sempat tertunda dua kali akibat kondisi kesehatan terdakwa, sidang dakwaan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akhirnya resmi digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dalam sidang perdana tersebut, majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, serta tim penasihat hukum terdakwa sepakat bahwa proses persidangan akan […]

  • Dua Pekerja Tewas Tertimbun Abu di PLTU Sukabangun, DPRD Ketapang Tuntut Tanggung Jawab Vendor dan Pengelola

    Dua Pekerja Tewas Tertimbun Abu di PLTU Sukabangun, DPRD Ketapang Tuntut Tanggung Jawab Vendor dan Pengelola

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Tragedi kecelakaan kerja yang menewaskan dua orang pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kabupaten Ketapang, memicu reaksi keras dari parlemen daerah. Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden maut yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026 tersebut. Sholeh mengungkapkan kekecewaannya karena insiden serupa bukan […]

  • Sidak ke PN Pontianak, Ketua PT Pontas Efendi Tegaskan Larangan Flexing dan Transaksional Perkara

    Sidak ke PN Pontianak, Ketua PT Pontas Efendi Tegaskan Larangan Flexing dan Transaksional Perkara

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Pontianak melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pembinaan langsung kepada seluruh aparatur Pengadilan Negeri (PN) Pontianak. Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Dr. Bagir Manan pada Jumat, 20 Februari 2026 ini, bertujuan memperkuat integritas dan disiplin lembaga peradilan. Pembinaan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PT […]

  • Berapa Kerugian Akibat Banjir di Pontianak? Pemkot dan Universitas Waterloo Kanada Hitung Risiko Ekonomi

    Berapa Kerugian Akibat Banjir di Pontianak? Pemkot dan Universitas Waterloo Kanada Hitung Risiko Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Menghadapi ancaman banjir rob yang semakin sering melanda, Pemerintah Kota Pontianak mulai beralih ke strategi mitigasi berbasis data ilmiah. Bekerja sama dengan Universitas Waterloo Kanada dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Pemkot resmi meluncurkan kajian aktuaria untuk menghitung kerugian dan kerusakan finansial akibat banjir, Kamis (15/1/2026). Langkah ini diambil di tengah fenomena pasang air […]

  • Arena Biliar Menjamur di Pontianak: Edi Kamtono Dorong Jadi Wadah Prestasi, Bukan Judi

    Arena Biliar Menjamur di Pontianak: Edi Kamtono Dorong Jadi Wadah Prestasi, Bukan Judi

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan pandangan optimis terhadap menjamurnya arena biliar di Kota Pontianak. Di tengah kekhawatiran sebagian kalangan bahwa biliar dapat bergeser menjadi tempat praktik perjudian yang merusak moral generasi muda, Edi justru melihat potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Edi Kamtono Newton […]

  • Pasukan Paling Mandiri! Yonif TP 882/HB Kini Dipimpin Mayor Ricky Fauzie, Diproyeksi Putar Rp5 Miliar Per Bulan

    Pasukan Paling Mandiri! Yonif TP 882/HB Kini Dipimpin Mayor Ricky Fauzie, Diproyeksi Putar Rp5 Miliar Per Bulan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PontianakMetro.Com – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, secara resmi melantik Mayor Inf Ricky Fauzie sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Teritorial Pembangunan (TP) 882/Hulubalang. Upacara serah terima jabatan yang berlangsung di Marshalling Area Yonif TP 882/HB, Selasa (30/12/2025), ini mengungkap sisi unik dari satuan hibrid pertama di Kalimantan Barat. Bukan sekadar pasukan tempur biasa, Yonif […]

expand_less