Dobrak Sekat! Satarudin Gandeng Band Indie dan UMKM di Final Open Turnamen Mini Soccer Pontianak
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- print Cetak

Ketua DPRD Pontianak Satarudin kolaborasikan turnamen olahraga dengan musik dan UMKM. Strategi baru untuk bangkitkan ekonomi kreatif dan bakat lokal. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Sebuah terobosan baru dalam penyelenggaraan acara publik diperkenalkan oleh Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan olahraga (sport) kini idealnya harus digandeng dengan unsur hiburan (entertainment) dan pemberdayaan UMKM.
Langkah kolaboratif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus wadah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur prestasi olahraga serta kreativitas kesenian.
Visi tersebut diwujudkan Satarudin melalui perhelatan final Open Turnamen Mini Soccer memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Pontianak se-Kalimantan Barat pada Minggu (25/1/2026) malam.
“Kita menciptakan wadah bagi atlet berkembang, kita juga memberikan ruang rezeki bagi UMKM, dan panggung seni bagi musisi Kota Pontianak,” jelas Satarudin mengenai konsep acara yang diusungnya.
Menurutnya, antusiasme penonton yang tinggi dalam turnamen tersebut menjadi magnet yang luar biasa. Kehadiran pemain-pemain sepak bola hebat, bahkan dari luar Kalimantan, berhasil menarik kerumunan massa yang besar ke lokasi pertandingan.
Kondisi keramaian inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk menghidupkan sektor UMKM kuliner. Satarudin ingin agar penonton yang hadir tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga bisa berbelanja jajanan khas lokal dengan harga bersahabat.
Pada malam puncak tersebut, suasana semakin semarak dengan adanya pertunjukan musik dari band-band lokal. Satarudin sengaja memberikan panggung bagi musisi indie Pontianak untuk menunjukkan bahwa karya anak daerah tidak kalah bersaing dengan band luar.
Ia menilai industri musik di Pontianak harus terus didorong agar semakin hidup. Dengan karakter musik yang kuat dan lagu-lagu ciptaan sendiri yang berkualitas, para musisi ini diharapkan mampu membawa nama harum Pontianak saat mereka tampil di kancah yang lebih luas.
“Untuk mewujudkannya perlu dukungan kita (pemerintah). Oleh sebab itu sektor ini juga harus kita sentuh dan harus selalu dikolaborasikan,” tambahnya dengan semangat.
Inisiatif ini pun mendapat apresiasi luas dari para pegiat seni. Rizal Hamka, salah satu tokoh seni Kalimantan Barat, menyebut kolaborasi ini sebagai sesuatu yang segar dan perlu terus digelorakan di masa mendatang.
Apresiasi serupa datang dari Dinan, vokalis band Cabik, yang menilai konsep “tiga dalam satu” ini sebagai terobosan luar biasa di mana penonton bisa menonton bola, belanja di stan UMKM, sekaligus menikmati konser musik.
Satarudin berharap model kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu titik saja, melainkan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan event di Kota Pontianak guna memperkuat kolaborasi dan kepercayaan publik.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar