Edisi ke-20 Borneo Jazz Festival Resmi Digelar di Pusat Kota Miri Desember 2026
- account_circle hnllg
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

Dari kiri: Bapak Zaid Zaini (Front Row Entertainment); YBrs. Dr. Sharzede Datu Haji Salleh Askor (CEO, Sarawak Tourism Board); YB Dato Dennis Ngau (Ketua, Sarawak Tourism Board); YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah (Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak serta Menteri Pemuda, Olahraga dan Pengembangan Kewirausahaan Sarawak); YB Datuk Snowdan Lawan (Wakil Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak [Bidang Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan]); Encik Julin Alen (Wakil Sekretaris Tetap, Kementerian Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak); dan Anggota Dewan Sean Huang Hong Siong (Dewan Kota Miri), dalam acara Konferensi Pers Borneo Jazz 2026. Foto : Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Gelaran musik tahunan bergengsi, Borneo Jazz Festival, resmi mengumumkan perhelatan edisi ke-20 yang akan berlangsung pada 4 dan 5 Desember 2026 mendatang.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraannya, festival musik ini dipusatkan di jantung pusat kota Miri, Sarawak, dengan Pullman Miri Waterfront sebagai lokasi resmi.
Mengusung tema “Beyond Jazz”, perhelatan tahun 2026 ini menandai babak baru dengan memperluas format dari konser tradisional menjadi ajang perayaan musik, budaya, dan komunitas kreatif se-Borneo.
Penjualan tiket pertunjukan utama akan dibuka secara resmi pada 3 Oktober 2026 pukul 00.00 tengah malam melalui situs resmi Jazzborneo.com.
Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, menegaskan bahwa pencapaian 20 edisi ini merupakan milestone penting bagi industri penyiaran dan pariwisata daerah.
“Dua puluh edisi merupakan tonggak sejarah yang penting. Hal ini mencerminkan semangat terhadap musik, kreativitas, dan pertukaran budaya yang telah menjaga kelangsungan Borneo Jazz selama bertahun-tahun,” ujar Abdul Karim saat konferensi pers di Kuching pada Kamis, 17 September 2026.
Ia menambahkan, konsep “Beyond Jazz” menjadi wadah inklusif yang mempertemukan partisipasi dari Sarawak, Sabah, Brunei, dan Indonesia, serta menghadirkan penampil mancanegara dari tujuh negara.
Selama dua malam pertunjukan di Main Ballroom Pullman Miri Waterfront, penonton akan disuguhi 10 penampilan lintas genre seperti jazz, R&B kontemporer, hip-hop, musik elektronik, hingga jazz fusion.
Panggung utama malam pertama pada 4 Desember akan menampilkan Elisha Tiga Eksperiment (Brunei), Marter (Jepang), LaidThis Nite (Indonesia), Q Sound (AS), serta Dato’ Zainalabidin & Julian Chan Jazz Orchestra (Malaysia).
Sedangkan panggung malam kedua pada 5 Desember dimeriahkan oleh Nathanie Ngu (Sarawak), Greg Tan & Ai Furusato (Berklee Asia Rising), Matthew Sayersz & Marclesia Karim (Indonesia), Brekky Boy (Australia), dan Platina Jazz (Swedia).
Selain konser berbayar, panitia juga menghadirkan Borneo Jazz Festival Village, sebuah area terbuka gratis di sebelah lokasi acara yang beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Fasilitas ramah keluarga ini dilengkapi Paviliun All Borneo, stan kuliner, bazar kriya, panggung komunitas, serta aktivasi dari Sponsor Utama Diamond, A&W Malaysia.
COO A&W Malaysia, Angelina Fernandez, menyambut hangat kolaborasi ini yang bertepatan dengan pembukaan gerai baru A&W pertama di kota Miri.
Edisi tahun ini turut mengandeng program Berklee Asia Rising dari Berklee College of Music untuk menggelar lokakarya, masterclass, serta kuliah jarak jauh bersama Assoc. Prof. Edvard Lee bagi talenta muda.
Rangkaian ajang festival akan dilengkapi dengan kegiatan lari santai non-kompetitif Borneo Jazz Fun Run sejauh 5 km pada Sabtu pagi, 5 Desember 2026 pukul 06.30 waktu setempat.
- Penulis: hnllg


Saat ini belum ada komentar