Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Dokter RSUD SSMA Pontianak Ingatkan Risiko Infeksi Tubuh
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi ingatkan warga Pontianak jangan remehkan gigi berlubang karena berisiko picu abses hingga infeksi organ tubuh lainnya. (Foto: Istmewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PontianakMetro.Com — Masalah gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi keluhan kesehatan yang paling mendominasi di tengah masyarakat, mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Sayangnya, banyak orang masih menganggap kondisi ini sebagai masalah sepele yang hanya berujung pada nyeri sesaat.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, lubang pada gigi dapat memicu dampak serius bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini ditekankan oleh Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak pada Senin (2/2/2026).
Zhafirah menjelaskan bahwa karies gigi merupakan kerusakan lapisan email yang disebabkan oleh asam hasil sisa metabolisme bakteri dari makanan manis.
“Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang,” jelas drg. Zhafirah Maulidya Sardi sebagaimana dikutip dalam edukasi di RSUD SSMA tersebut.
Menurutnya, karies pada tahap awal sering kali tidak menunjukkan gejala (asimptomatik), sehingga penderita kerap tidak menyadari kerusakan yang terjadi. Namun seiring waktu, lubang akan membesar hingga mencapai lapisan dalam gigi yang sensitif.
Dampak yang ditimbulkan pun tidak main-main. Jika infeksi berlanjut, karies dapat memicu abses gigi, pembengkakan gusi, bau mulut yang menetap, hingga risiko penyebaran infeksi ke organ tubuh lainnya melalui aliran darah.
“Pada anak-anak, karies gigi juga dapat mengganggu proses makan, bicara, dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi,” tambahnya.
Guna meminimalisir risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan gigi sejak dini. Langkah preventif yang disarankan meliputi:
• Menyikat gigi minimal dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur) menggunakan pasta gigi berfluoride.
• Menjaga pola makan sehat dan membatasi konsumsi gula.
• Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.
“Penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut,” pungkasnya.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar